Internasional

Teror Virus Mematikan! Ratusan Penumpang Kapal Pesiar Mewah MV Hondius Terjebak di Lautan

×

Teror Virus Mematikan! Ratusan Penumpang Kapal Pesiar Mewah MV Hondius Terjebak di Lautan

Sebarkan artikel ini
Teror Virus Mematikan! Ratusan Penumpang Kapal Pesiar Mewah MV Hondius Terjebak di Lautan
Teror Virus Mematikan! Ratusan Penumpang Kapal Pesiar Mewah MV Hondius Terjebak di Lautan/(pixabay)

PenaKu.ID – Liburan mewah yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi mimpi buruk yang mencekam bagi ratusan orang di atas kapal pesiar MV Hondius. Kapal tersebut kini terdampar dan terisolasi di lepas pantai Tanjung Verde setelah otoritas negara kepulauan tersebut secara tegas melarang mereka berlabuh.

Keputusan drastis ini diambil menyusul kematian tiga orang penumpang yang diduga kuat akibat wabah mematikan hantavirus, sebuah penyakit yang disebarkan oleh hewan pengerat seperti tikus.

Kematian Beruntun dan Protokol Isolasi Ketat Kapal Pesiar Mewah MV Hondius

Tragedi di atas kapal yang membawa 149 orang dari Inggris, Spanyol, Amerika Serikat, dan Filipina ini terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan. Operator kapal, Oceanwide Expeditions, pada hari Selasa (5/5/2026) mengungkapkan bahwa kematian pertama dialami seorang pria Belanda pada 11 April.

Istrinya kemudian meninggal pada 27 April usai turun di Afrika Selatan, disusul kematian seorang penumpang asal Jerman pada hari Sabtu lalu. Menanggapi krisis ini, Direktur Kesiapan dan Pencegahan Epidemi WHO, Maria Van Kerkhove, menyatakan bahwa seluruh penumpang diwajibkan tetap berada di dalam kabin.

Langkah disinfeksi menyeluruh dan isolasi ketat sedang diterapkan demi memutus rantai penularan, meski hingga saat ini belum ada tambahan orang yang menunjukkan gejala serupa.

Keputusasaan Penumpang dan Upaya Evakuasi Udara untuk Kapal Pesiar Mewah MV Hondius

Terkurung di tengah lautan dengan ancaman virus mematikan membuat mental para penumpang semakin tertekan. Jake Rosmarin, salah satu penumpang yang terjebak, mencurahkan keputusasaannya melalui Instagram.

Ia menyebut situasi ini sangat tidak nyata dan penuh dengan ketidakpastian yang menyiksa, seraya menegaskan bahwa mereka semua hanya ingin merasa aman dan segera pulang ke rumah. Sementara itu, otoritas Tanjung Verde pada hari Senin masih berupaya menunggu persetujuan dari pemerintah Belanda dan Inggris untuk mengirimkan ambulans udara darurat yang sangat dibutuhkan.

Sebagai alternatif penyelamatan, Kepulauan Canary di Spanyol juga sedang dipertimbangkan secara serius sebagai lokasi pendaratan yang aman agar pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut dapat segera dilakukan.**