Pendidikan

Telkom University Soroti Tantangan PR di Tengah Ledakan Digital

×

Telkom University Soroti Tantangan PR di Tengah Ledakan Digital

Sebarkan artikel ini
Telkom University Soroti Tantangan PR di Tengah Ledakan Digital
Telkom University Soroti Tantangan PR di Tengah Ledakan Digital

PenaKu.ID – Program Studi S1 Digital Public Relations Telkom University menggelar kuliah umum bertajuk “Speak to Impact: From Classroom to Digital Boardroom” di Aula Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial (FKS), Selasa (19/5/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Shebley Haslan Abdul Majid dan Citra Fiesta Ananda, serta diikuti mahasiswa Digital Public Relations Telkom University.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Dekan I Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial Dr. Martha Tri Lestari dan Sekretaris Program Studi Digital Public Relations Moch. Armien Syifaa S., S.S., M.I.Kom., PSF.

Kuliah umum ini digelar sebagai respons terhadap perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang terus mengubah pola hubungan organisasi dengan publik. Kehadiran berbagai platform digital seperti Instagram, TikTok, dan X dinilai mendorong praktisi public relations untuk mampu menyusun pesan yang strategis, relevan, dan memiliki dampak bagi audiens.

Di sisi lain, perkembangan digital juga menghadirkan tantangan baru, mulai dari arus penyebaran informasi yang sangat cepat hingga potensi krisis reputasi yang dapat berkembang dalam waktu singkat.

Mahasiswa Telkom University Hurus Mengasah Kemampuan

Dalam sambutannya, Dr. Martha Tri Lestari menegaskan pentingnya mahasiswa Telkom University mengasah kemampuan komunikasi sekaligus memperluas wawasan agar mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.

“Kegiatan kuliah umum seperti ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang untuk menambah wawasan akademik, tetapi juga dapat membantu mahasiswa mengembangkan pola pikir, kemampuan komunikasi, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia profesional di era digital,” ujar Martha.

Melalui tema “Speak to Impact: From Classroom to Digital Boardroom”, kegiatan tersebut menyoroti pentingnya kemampuan komunikasi yang berdampak sebagai penghubung antara dunia akademik dan praktik profesional. Mahasiswa Telkom University tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga perlu menguasai keterampilan praktis, seperti public speaking, personal branding, dan strategi komunikasi digital yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.

Dalam sesi diskusi, kedua pembicara membagikan pandangan mengenai perkembangan praktik public relations di era digital, strategi komunikasi profesional, hingga pentingnya membangun narasi yang kuat dan memiliki pengaruh bagi audiens.

Citra Fiesta Ananda menjelaskan bahwa konsep speak to impact tidak hanya berfokus pada penyampaian pesan, tetapi juga memastikan pesan tersebut mampu memberikan makna dan dampak nyata.

“Speak to Impact berarti apa yang dikomunikasikan tidak hanya sekadar disampaikan, tetapi juga memiliki makna dan dampak yang nyata. Mahasiswa public relations perlu terus belajar, memiliki rasa ingin tahu, dan memahami bahwa pembelajaran di kelas merupakan langkah awal untuk menghadapi dunia profesional yang sesungguhnya,” katanya.

Telkom University Harap Mahasiswa Mampu Memahami Transformasi PR

Sementara itu, Shebley Haslan Abdul Majid mendorong mahasiswa Telkom University untuk terus menjaga rasa ingin tahu dan semangat belajar saat memasuki dunia kerja profesional.

“Kalian tidak harus menjadi orang lain, cukup menjadi diri sendiri. Sampaikan ide, strategi, dan gagasan dengan jujur, karena komunikasi yang baik dimulai dari keaslian dan kepercayaan terhadap diri sendiri,” ujarnya.

Kuliah umum tersebut mendapat respons positif dari para peserta. Salah satu mahasiswa, Hafidz, mengaku memperoleh perspektif baru melalui materi konsep SHEBS yang terdiri atas Simplicity, Honesty, Excellence, Brilliant, dan Standard. Menurutnya, konsep tersebut menekankan pentingnya menyampaikan pesan secara efektif, menarik, profesional, dan mudah dipahami.

Mahasiswa lainnya, Bima, menilai kegiatan tersebut membuka wawasan tentang pentingnya membangun narasi yang kuat agar pesan dapat diterima audiens secara maksimal. Adapun Rangga menyebut materi mengenai Corporate Communications dan Public Speaking membantu mahasiswa memahami pentingnya kemampuan komunikasi dalam mendukung aktivitas public relations, mulai dari CSR, media relations, hingga crisis communications.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Telkom University diharapkan mampu memahami transformasi public relations (PR) di era digital sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi strategis yang dapat diterapkan di lingkungan akademik maupun profesional. Kuliah umum tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas perspektif dan mempersiapkan diri menghadapi dunia industri yang semakin dinamis.**