PenaKu.ID – Menanggapi aksi unjuk rasa yang digelar oleh ratusan mitra pengemudi di Kota Sukabumi, Jawa Barat, manajemen pusat Maxim Indonesia memberikan klarifikasi mengenai sejumlah poin tuntutan, mulai dari program Turbo, besaran komisi aplikasi, penetapan tarif, hingga pendaftaran mitra baru.
Direktur Pengembangan Maxim Indonesia, Dirhamsyah, menegaskan bahwa program Turbo yang disoal oleh sejumlah pengemudi pada dasarnya bersifat opsional dan sama sekali tidak diwajibkan bagi seluruh mitra. Program ini dirancang khusus bagi pengemudi yang ingin meraih prioritas pesanan lebih tinggi dalam durasi tiga jam dengan biaya tertentu.
“Keikutsertaan dalam program Turbo bersifat sukarela dan dapat menjadi pilihan, khususnya bagi mitra yang mengemudi secara paruh waktu. Mitra yang memilih untuk tidak mengikuti program ini tetap dapat menerima orderan dan memperoleh penghasilan sesuai dengan mekanisme standar distribusi pesanan yang berlaku,” kata Dirhamsyah melalui keterangan tertulis kepada PenaKu.ID, Senin (28/9/2026).
Menjawab aspirasi terkait komisi aplikasi, pihak manajemen memastikan bahwa perhitungan komisi yang diterapkan perusahaan telah sejalan dengan regulasi yang berlaku, yaitu berada pada rentang 0 hingga 8 persen. Mengenai biaya platform, Dirhamsyah menjelaskan bahwa alokasi tersebut sudah diperhitungkan dalam tarif dasar dan tidak ditagihkan secara terpisah kepada mitra. Dana tersebut dialokasikan untuk operasional, pemeliharaan layanan, serta pengembangan fitur teknologi aplikasi.
Terkait kebijakan tarif perjalanan, Maxim memilih untuk tetap menjaga keterjangkauan harga bagi para pengguna. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga minat pasar, yang pada akhirnya memberikan peluang pendapatan berkelanjutan bagi pengemudi yang aktif.
“Mitra pengemudi yang aktif menerima dan menyelesaikan pesanan tetap dapat memperoleh penghasilan di atas rata-rata. Kami akan terus menjaga tarif perjalanan tetap terjangkau bagi pelanggan, sekaligus memberikan kesempatan bagi mitra untuk memperoleh penghasilan selama mereka bersedia dan aktif bekerja,” tambah Dirhamsyah.
Maxim Masih Buka Peluang bagi Calon Driver
Adapun mengenai sorotan terhadap penambahan mitra pengemudi baru lanjut dia, Maxim menyatakan tetap membuka kesempatan bergabung bagi masyarakat di seluruh Indonesia. Namun, perekrutan tersebut diimbangi dengan evaluasi berkala di setiap wilayah guna menjaga keseimbangan antara ketersediaan pengemudi dan tingkat permintaan pengguna (supply and demand).
Seiring meningkatnya popularitas dan volume pesanan layanan Maxim di berbagai daerah, pertumbuhan jumlah mitra dinilai sebagai langkah wajar demi menjaga kualitas serta optimalisasi layanan kepada masyarakat.” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Ratusan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam mitra Maxim Sukabumi Roda Dua menggelar aksi unjuk rasa dan audiensi di Kantor DPRD Kota Sukabumi pada Rabu (16/9/2026) lalu.
Ratusan massa Ojol Maxim menyampaikan tiga tuntunan diantaranya :
- Moratorium Pendaftaran Mitra Baru: Meminta penghentian atau penutupan sementara penerimaan driver baru Maxim untuk mengatasi penumpukan jumlah pengemudi dan menjaga kestabilan orderan.
- Evaluasi Potongan Tarif dan Layanan Tambahan: Menyoroti besaran potongan komisi yang dinilai memberatkan (praktiknya mencapai 13%) serta meninjau ulang kebijakan layanan tambahan seperti Car Hemat.
- Penghapusan/Evaluasi Program Turbo: Menolak keras atau meminta penghapusan Program Turbo Prioritas (skema bayar Rp15.000 untuk durasi 3 jam) karena dianggap merugikan dan membebani driver yang tidak ikut.**
