PenaKu.ID – Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia akan menggelar sidang isbat Lebaran 2026 untuk menetapkan awal bulan Syawal 1447 Hijriah pada 19 Maret 2026. Forum tersebut menjadi penentu resmi kapan umat Islam di Indonesia merayakan Hari Raya Idulfitri tahun ini.
Melansir sejumlah sumber bahwa, sidang isbat biasanya dilaksanakan pada 29 Ramadan dan melibatkan berbagai pihak. Selain perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, sidang isbat Lebaran 2026 ini juga menghadirkan para ahli astronomi serta sejumlah lembaga pemerintah terkait.
Beberapa institusi yang turut memberikan data astronomi di antaranya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika dan Badan Riset dan Inovasi Nasional. Kedua lembaga tersebut menyajikan informasi mengenai posisi hilal yang menjadi dasar pertimbangan dalam penetapan awal bulan hijriah.
Penentuan awal Syawal dilakukan melalui dua metode, yakni hisab atau perhitungan astronomi dan rukyat, yaitu pengamatan langsung terhadap hilal dari berbagai titik pemantauan di seluruh wilayah Indonesia. Laporan hasil rukyat kemudian dibahas dalam sidang isbat sebelum pemerintah mengumumkan keputusan resmi.
Berdasarkan sejumlah kajian astronomi, posisi hilal pada 19 Maret 2026 diperkirakan masih berada pada batas yang belum memenuhi kriteria visibilitas yang disepakati negara-negara anggota MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).
Prediksi Hasil Sidang Isbat Lebaran 2026
Karena itu, sebagian pengamat memperkirakan Hari Raya Idulfitri berpotensi jatuh pada 21 Maret 2026. Namun, tanggal tersebut masih berupa prediksi dan belum menjadi keputusan resmi pemerintah.
Di sisi lain, organisasi Islam Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan itu menggunakan metode hisab wujudul hilal yang selama ini menjadi pedoman organisasi tersebut.
Perbedaan metode penentuan awal bulan hijriah kerap memunculkan potensi perbedaan waktu perayaan Lebaran. Meski demikian, pemerintah tetap menunggu hasil verifikasi data astronomi serta laporan rukyat dari berbagai daerah sebelum menetapkan tanggal resmi Idulfitri.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, hasil sidang isbat akan diumumkan langsung oleh Menteri Agama kepada publik melalui konferensi pers setelah rangkaian sidang selesai digelar pada malam hari.
Masyarakat pun diimbau menunggu hasil sidang isbat Lebaran 2026 tersebut sebagai rujukan resmi pemerintah dalam menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah di Indonesia.** (tds)
