PenaKu.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian wilayah Jawa Barat masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas rendah hingga menengah selama periode mudik Lebaran 2026. Kondisi tersebut membuat masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik disarankan berangkat pada pagi hingga siang hari.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Teguh Rahayu menjelaskan, hujan pada periode mudik Lebaran 2026 umumnya turun pada sore hingga malam hari. Karena itu, pemudik Lebaran 2026 dianjurkan mengatur waktu perjalanan agar menghindari potensi hujan.
Ia menyebutkan sebagian besar wilayah Jawa Barat diperkirakan mengalami curah hujan kategori rendah hingga menengah selama periode Idulfitri. Namun, ada sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami curah hujan tinggi.
Daerah yang diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas lebih tinggi meliputi sebagian besar wilayah Majalengka, wilayah barat daya Kuningan, sebagian kecil Sumedang bagian timur dan tengah, serta wilayah tenggara Subang.
“Operasi modifikasi cuaca dilakukan secara situasional dan menyesuaikan kebutuhan untuk menekan intensitas hujan di wilayah yang berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi,” ujar Rahayu dalam Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Arus Mudik dan Balik Idulfitri 2026, Jumat (13/3/2026).
Selain hujan, BMKG juga memprakirakan tinggi gelombang laut di wilayah Jawa Barat berada pada kisaran 1,25 meter hingga 2,5 meter selama periode mudik Lebaran 2026. Kondisi tersebut masuk kategori gelombang sedang.
Rahayu juga mengingatkan adanya potensi banjir rob yang bisa terjadi pada masa libur Idulfitri. Fenomena tersebut diperkirakan muncul pada 19 Maret 2026 akibat fase bulan baru dan pada 22 Maret 2026 yang dipicu fenomena perigee, yakni ketika jarak antara Bumi dan Bulan berada pada titik terdekat.
BMKG pun meminta seluruh pemangku kepentingan meningkatkan langkah mitigasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi, termasuk hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat memicu banjir, tanah longsor, maupun pohon tumbang.
Ia juga mengimbau instansi terkait memperhatikan sejumlah ruas jalan yang rawan banjir dan longsor. Selain itu, pemangkasan pohon tua yang berpotensi tumbang serta penurunan reklame yang berisiko roboh saat angin kencang juga perlu dilakukan.
Di sisi lain, masyarakat yang hendak melakukan perjalanan mudik diimbau menghindari jalur yang rawan banjir maupun longsor.
Sejumlah Wilayah Rawan Longsor Saat Momen Mudik Lebaran 2026
Sementara itu, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hadi Wijaya mengatakan musim hujan masih berlangsung saat Idulfitri 2026. Kondisi tersebut berpotensi memicu gerakan tanah, terutama di wilayah dengan lereng curam serta batuan vulkanik yang telah mengalami pelapukan.
Menurut Hadi, terdapat lima wilayah di Jawa Barat yang memiliki potensi tinggi terhadap kejadian longsor. Daerah tersebut meliputi Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Garut.
Beberapa jalur utama yang perlu diwaspadai oleh pemudik antara lain Jalur Puncak yang kerap terdampak longsor saat hujan deras. Selain itu, Jalan Raya Cibadak–Sukabumi serta jalur Garut Selatan yang menjadi akses menuju kawasan pegunungan dan wisata alam juga memiliki potensi gerakan tanah.
Jalur lain yang perlu mendapat perhatian adalah ruas Lembang–Maribaya–Subang yang berada di kawasan tepi tebing dan hutan, sehingga rawan longsor.
Tips Aman Mudik Lebaran 2026
PVMBG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat melintasi wilayah perbukitan dan memantau kondisi lereng di sekitar jalur perjalanan.
Pemudik juga diminta mengurangi kecepatan kendaraan saat melintasi jalan di daerah perbukitan dan lereng curam.
Selain itu, masyarakat disarankan tidak berhenti di bawah tebing, terutama ketika hujan atau setelah hujan turun karena berpotensi terjadi longsor.
Beberapa tanda awal longsor yang perlu diwaspadai antara lain munculnya retakan pada lereng, guguran batu kecil, keluarnya air keruh dari lereng, serta adanya pohon yang tampak miring.
PVMBG juga mengingatkan pemudik untuk memilih jalur utama yang dinilai lebih aman dan menghindari perjalanan malam hari saat hujan deras.
Masyarakat juga diminta mengikuti arahan petugas di lapangan, mematuhi rambu lalu lintas, serta mengikuti pengalihan jalur apabila terjadi longsor di sepanjang rute perjalanan.**
