PenaKu.ID – Kecamatan Cibinong masih mencatatkan angka pengangguran tertinggi di wilayah Kabupaten Bogor, faktornya dikarenakan kawasan urban dan perkotaan.
Karakteristik Cibinong sebagai kawasan urban (perkotaan) dan tujuan utama para pendatang menjadi salah satu faktor dominan melonjaknya jumlah pencari kerja di wilayah tersebut.
Faktor Cibinong Pengangguran Tertinggi Dikarenakan Kawasan Urban dan Perkotaan
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bogor, Nana Mulyana, mengungkapkan bahwa berdasarkan data statistik ketenagakerjaan, Cibinong menduduki peringkat pertama jumlah pengangguran di Kabupaten Bogor dengan angka berada pada kisaran 6.000-an orang.
“Cibinong ini kawasan urban dan perkotaan, pendatangnya banyak. Beban pencari kerjanya paling besar. Sementara kawasan industri seperti Gunung Putri justru angka penganggurannya relatif kecil, sekitar 1.900-an orang karena luas wilayah kecamatannya yang terbatas meskipun banyak pabrik,” ujar Nana, Rabu (29/7/2026).
Bonus Demografi dan Sumbangan Kelulusan Sekolah
Nana menjelaskan bahwa angka pengangguran berpotensi mengalami kenaikan dari tahun ke tahun seiring dengan hadirnya fenomena bonus demografi yang memicu timbulnya ledakan angkatan kerja baru.
Berdasarkan data dari Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Jawa Barat Wilayah II tahun 2026, jumlah lulusan SMA mencapai sekitar 92.000 siswa, sedangkan lulusan SMK menembus angka 130.000 siswa. Lulusan yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi secara otomatis masuk ke dalam kategori pencari kerja aktif.
“Lulusan SMK dan SMA yang tidak melanjutkan pendidikan tinggi posisinya adalah sedang menunggu pekerjaan. Inilah supply terbesar yang berkontribusi pada angka pengangguran kita,” jelas Nana.
Persentase Sedikit Naik, Jumlah Absolut Terbesar Akibat Populasi
Secara statistik, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Bogor mengalami kenaikan tipis sebesar 0,35%, yaitu dari 7,34% menjadi 7,69%. Nana menekankan bahwa jika dilihat dari persentase, TPT Kabupaten Bogor sebenarnya masih berada di bawah Kota Bogor dan Kabupaten Bekasi.
Namun, secara angka absolut (jumlah jiwa), Kabupaten Bogor menjadi yang tertinggi karena dikalikan dengan jumlah populasi penduduknya yang sangat besar, yakni mencapai total sekitar 218.000 orang pengangguran.
Tren Pergeseran Pengangguran ke Wilayah Pelosok
Hal menarik lainnya yang disoroti oleh Disnaker adalah adanya pergeseran tren pengangguran dari kawasan perkotaan ke wilayah pelosok desa. Banyak pemuda desa yang mencoba mengadu nasib ke kota namun gagal mendapatkan pekerjaan.
“Ketika datang ke kota tidak dapat pekerjaan, akhirnya mereka berdiam diri di kampung/pelosok. Masalahnya, di kampung pun mereka tidak mau melanjutkan profesi orang tua untuk bertani. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi kita,” pungkas Nana.***
