Peristiwa

Sampah Menumpuk di Ngamprah Bandung Barat Bersih Setelah Viral

×

Sampah Menumpuk di Ngamprah Bandung Barat Bersih Setelah Viral

Sebarkan artikel ini
Sampah Menumpuk di Ngamprah Bandung Barat Bersih Setelah Viral
Sampah Menumpuk di Ngamprah Bandung Barat Bersih Setelah Viral

PenaKu.ID – Fenomena “no viral, no justice” kembali mencuat di Kabupaten Bandung Barat (KBB) Jawa Barat. Tumpukan sampah yang menggunung di Kampung Tanjakan Mama Utara, RT 02/RW 01, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, akhirnya diangkut petugas setelah kondisi tersebut ramai menjadi sorotan publik pada Selasa (12/5/2026).

Namun, respons cepat itu justru memunculkan kritik dari warga. Pasalnya, sampah di area jembatan penyeberangan yang menghubungkan Kompleks Pemkab Bandung Barat dengan Kantor Kecamatan Ngamprah tersebut disebut telah menumpuk hampir satu bulan tanpa penanganan.

Selama itu pula, bau menyengat menyelimuti kawasan sekitar dan mengganggu aktivitas warga. Kondisi lingkungan yang kumuh dinilai ironis karena lokasinya berada tidak jauh dari Kantor Desa Sukatani.

Tak hanya itu, titik tumpukan sampah juga berada di dekat dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan jarak sekitar 500 meter. Warga menilai keberadaan sampah tersebut mengganggu kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekitar.

Ketua RT setempat, Rahmat, menyindir penanganan yang dinilai baru dilakukan setelah viral di media sosial.

“Baru viral langsung dibersihkan, padahal lokasi ini sering dilalui perangkat Pemerintah Desa Sukatani dan perangkat Pemerintah Kecamatan Ngamprah,” kata Rahmat.

Warga Pertanyakan Kinerja UPT Kebersihan DLH Bandung Barat

Warga juga mempertanyakan kinerja Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat. Mereka menyoroti pengelolaan kebersihan yang dianggap tidak berjalan optimal, meski retribusi sampah rutin dibayarkan setiap bulan.

“Retribusi sampah warga setiap bulan lancar, kenapa kondisi bisa sampai seperti itu? Ke mana selama ini perhatian terhadap kebersihan kantor desa,” ujarnya.

Seorang warga lainnya, Amir (50), mengatakan tumpukan sampah semakin parah karena banyak warga dari luar lingkungan turut membuang sampah secara ilegal ke lokasi tersebut.

“Kalau di sini sebenarnya sampah warga RW 01 dari tiga RT, yaitu RT 1, 2, dan 3. Karena hampir sebulan tidak diangkut, jadi warga lain juga ikut buang sampah ke sini,” kata Amir.

Menurut dia, biasanya petugas UPT Kebersihan Kabupaten Bandung Barat rutin mengangkut sampah setiap hari Rabu. Namun, kali ini pengangkutan terlambat hingga hampir satu bulan.

“Biasanya seminggu sekali diangkut setiap Rabu. Kalau besok ketemu Rabu lagi belum juga diangkut, tumpukan sampah bisa makin panjang. Saya khawatir akses ini nanti ditutup karena lokasinya dekat area atas tol,” ujarnya.

Amir menegaskan warga tetap disiplin membayar iuran kebersihan setiap bulan.

“Ini memang titik pengumpulan sampah warga RW 01. Petugas biasanya menarik sampah dari atas dan ini titik terakhir. Warga juga rutin bayar, saya sendiri bayar Rp50 ribu per bulan,” tambahnya.

Respons UTP Kebersihan DLH Bandung Barat

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala UPT Kebersihan DLH Kabupaten Bandung Barat, Imam Fauzi, mengatakan pihaknya langsung menerjunkan petugas setelah menerima laporan warga.

“Sore hari ini petugas langsung ke lokasi untuk mengangkut tumpukan sampah,” kata Imam saat dihubungi.

Meski demikian, pihak DLH KBB belum memberikan penjelasan terkait penyebab keterlambatan pengangkutan sampah yang terjadi hampir satu bulan tersebut.

Berdasarkan pantauan awak media, setelah persoalan itu viral, UPT Kebersihan DLH KBB mengerahkan satu unit mobil pengangkut sampah beserta tiga petugas ke lokasi sekitar pukul 17.34 WIB, menjelang waktu salat Magrib.**