PenaKu.ID – Saham ADRO atau PT Alamtri Resources Indonesia Tbk kembali mencuri perhatian pelaku pasar pada awal 2026. Informasi yang dirangkum dari sejumlah sumber menyebutkan, emiten tambang yang sebelumnya dikenal dengan nama Adaro Energy Indonesia ini menunjukkan pergerakan positif, didorong oleh sentimen dividen serta proses transformasi bisnis yang tengah dijalankan perusahaan.
Dalam beberapa pekan terakhir, saham ADRO tercatat bergerak cukup aktif dengan tingkat volatilitas yang relatif tinggi. Dinamika tersebut mencerminkan kuatnya minat investor terhadap saham sektor energi, khususnya emiten dengan likuiditas tinggi dan rekam jejak pembagian dividen yang konsisten di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sentimen utama yang menopang minat pasar berasal dari kebijakan dividen perseroan. ADRO telah menetapkan pembagian dividen interim dengan total nilai mencapai US$250 juta, yang dijadwalkan dibayarkan kepada pemegang saham pada Januari 2026. Nilai tersebut dinilai memberikan potensi imbal hasil yang kompetitif dibandingkan emiten sejenis, terutama bagi investor yang berfokus pada pendapatan dividen.
Meski demikian, dari sisi fundamental, kinerja keuangan perseroan masih menghadapi tekanan seiring fluktuasi harga batu bara global. Dampaknya tercermin pada penurunan laba bersih sepanjang 2025. Kendati demikian, manajemen ADRO terus melakukan penyesuaian strategi guna menjaga kesinambungan bisnis dalam jangka panjang.
Apakah Saham ADRO Masih Dilirik Investor?
Salah satu langkah strategis yang menjadi sorotan pasar adalah transformasi struktur bisnis perseroan. ADRO kini mengarahkan pengembangan usaha pada segmen batu bara metalurgi, jasa pertambangan, serta proyek hilirisasi aluminium. Strategi ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap batu bara termal sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru dengan nilai tambah yang lebih tinggi.
Selain itu, perseroan juga menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai ratusan juta dolar AS untuk mendukung proyek-proyek strategis tersebut. Salah satunya adalah pembangunan fasilitas aluminium di Kalimantan Utara. Investasi ini menjadi bagian dari langkah jangka panjang ADRO dalam merespons transisi energi dan dinamika industri global.
Di tengah berbagai tantangan dan peluang tersebut, saham ADRO masih dinilai menarik oleh sebagian investor. Kombinasi antara potensi dividen besar, likuiditas saham yang solid, serta arah transformasi bisnis membuat ADRO tetap relevan di tengah perubahan lanskap sektor energi.
Meski begitu, pelaku pasar tetap diimbau mencermati sejumlah risiko yang melekat, terutama yang berkaitan dengan pergerakan harga komoditas dan sentimen global. Sebagai emiten berbasis komoditas, kinerja saham ADRO masih berpotensi bergerak fluktuatif dalam jangka pendek.** (tds)
