PenaKu.ID – Akses layanan kesehatan bagi penderita kanker di Kota Sukabumi, semakin lengkap. Pasalnya, Unit Organisasi Bersifat Khusus (UOBK) RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi resmi membuka layanan kemoterapi sebagai bentuk peningkatan pelayanan medis, hasil kerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Direktur UOBK RSUD R Syamsudin SH, Yanyan Rusyandi mengatakan bahwa, layanan kemoterapi kini sudah resmi beroperasi setiap hari dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, di antaranya 10 tempat tidur khusus serta ruangan pemeriksaan yang memadai.
“Per hari ini layanan kemoterapi sudah berjalan dan telah melayani lima pasien untuk konsultasi. Apabila hasil pemeriksaan menunjang, tindakan kemoterapi akan mulai dilakukan pada Rabu depan,” kata Yanyan kepada awak media, Jumat (9/1/2025).
Ia menambahkan, layanan tersebut didukung dua tenaga medis ahli, yakni dokter spesialis penyakit dalam serta dokter subspesialis hematologi onkologi medik, guna memastikan penanganan pasien berjalan optimal dan sesuai standar medis.
“Sebab itu, masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan ini,” ucapnya.
Prosedur Mendapat Layanan Kemoterapi RSUD R Syamsudin
Pasien dengan indikasi keganasan, lanjut dia, seperti adanya benjolan yang dicurigai kanker, dapat terlebih dahulu meminta rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas atau klinik.
“Setelah mendapat rujukan, pasien bisa langsung datang ke RSUD R Syamsudin, SH untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan dan penanganan kemoterapi. Dengan dibukanya layanan ini, diharapkan menjadi pusat rujukan penanganan kanker di wilayah Sukabumi dan sekitarnya, sekaligus meningkatkan kualitas hidup pasien secara berkelanjutan,” tandasnya.
Sementara itu, Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki menegaskan, kehadiran layanan ini merupakan komitmen Pemerintah Kota Sukabumi dalam menghadirkan pelayanan kesehatan terbaik dan merata bagi masyarakat.
“Ini langkah konkret Pemkot Sukabumi agar warga tidak lagi kesulitan mendapatkan layanan kanker, sekaligus mengurangi ketergantungan rujukan ke rumah sakit di luar daerah,” singkatnya.**
