PenaKu.ID – Di koridor-koridor yang wangi antiseptiknya tak pernah hilang, Ramadhan 1447 Hijriah hadir dengan wajah yang berbeda. Tak ada keriuhan dapur rumah atau tawa keluarga di meja makan. Bagi mereka, para pejuang di balik pintu bangsal, Ramadhan adalah tentang kesabaran yang berlipat ganda: menjaga raga yang lemah sembari memeluk lapar dan dahaga.
Memahami rintihan sunyi para keluarga pasien, UOBK RSUD R Syamsudin SH mengubah rutinitas medis menjadi ladang amal yang menyejukkan. Setiap petang, saat semburat jingga mulai menyapa langit Kota Sukabumi, sebuah gerakan kasih sayang dimulai.
Mengetuk Pintu Langit Lewat Kepedulian
Bukan sekadar urusan medis, rumah sakit pelat merah ini ingin memastikan bahwa setiap hamba yang tengah diuji kesabarannya tidak merasa sendirian saat azan Magrib berkumandang.
“Ramadhan adalah momentum untuk membasuh jiwa dengan berbagi. Kami ingin keluarga pasien tetap merasakan hangatnya kebersamaan, meski raga mereka harus berjaga di sela-sela bed perawatan,” ungkap Direktur UOBK RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, H. Yayan Rusyandi, SE, M.Kes, dengan nada lembut, kepada awak media, Selasa (24/2/2026).
Hidangan dari Hati di Tengah Ujian
Sebanyak 100 hingga 150 paket takjil disiapkan setiap harinya. Bagi keluarga pasien, bungkusan kecil itu bukan sekadar makanan pembuka, melainkan pesan cinta bahwa mereka tidak sedang berjuang sendirian.
Banyak dari mereka yang terpaksa berbuka di kursi-kursi tunggu yang keras, atau di selasar yang dingin demi menjaga orang terkasih. Kehadiran takjil gratis ini menjadi oase di tengah situasi yang tak mudah.
“Ini adalah bentuk empati dan pelayanan yang humanis. Kami ingin menghadirkan sisi sosial dan emosional, melengkapi ikhtiar medis yang kami lakukan,” tambah H. Yayan.
Menanam Benih Kebaikan, Menuai Senyum Syukur
Aksi nyata ini melahirkan suasana Ramadan yang lebih syahdu di lingkungan rumah sakit. Wajah-wajah lelah para penunggu pasien seketika benderang saat menerima bingkisan takjil. Ada doa yang terucap, ada senyum yang merekah – sebuah pemandangan yang membuktikan bahwa di tempat orang berobat pun, kasih sayang adalah obat yang paling mujarab.
Komitmen ini akan terus dijaga sepanjang bulan suci. RSUD R Syamsudin SH ingin menegaskan bahwa pelayanan terbaik bukan hanya tentang resep dokter, melainkan juga tentang bagaimana memanusiakan manusia dan memuliakan bulan yang penuh berkah ini dengan tangan yang terbuka.
***
