JAKARTA – Perempuan Indonesia Raya (PIRA), organisasi sayap Partai Gerindra, resmi melantik dan mengukuhkan jajaran Pengurus Pusat (PP) PIRA periode 2025–2030 dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) PIRA ke-18 serta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Jakarta.
Dalam momentum pelantikan dan regenerasi organisasi ini, PIRA menegaskan komitmen tunggalnya untuk siap berada di garis terdepan dalam mendukung dan mengawal seluruh program pembangunan nasional yang diusung Presiden Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, sebagaimana tertuang dalam Asta Cita.
Jajaran kepengurusan PIRA menekankan pentingnya bagi seluruh kader di tingkat pusat hingga daerah untuk memegang teguh nilai-nilai kesederhanaan, loyalitas, kedisiplinan, integritas, kesantunan, serta semangat gotong royong. Kader PIRA diminta untuk selalu rendah hati dalam menjalankan amanah dan hadir memberikan solusi nyata di tengah-tengah masyarakat.
Pengurus DPP Partai Gerindra, M. Endipat Wijaya, M.M., menyatakan bahwa pelantikan ini merupakan langkah krusial dalam memperkuat struktur dan koordinasi organisasi pasca-Musyawarah Nasional (Munas) PIRA. Menurutnya, kekuatan PIRA tidak hanya diukur dari susunan jabatan, melainkan dari kedisiplinan dan kejelasan program kerja yang manfaatnya dirasakan langsung oleh warga.
“Dengan dilantiknya jajaran pengurus hari ini, kita memasuki tahap penting untuk memperkuat koordinasi, membagi tanggung jawab, dan menerjemahkan amanah organisasi ke dalam program kerja yang terarah. PIRA akan terus mengembangkan kegiatan sosial, pemberdayaan ekonomi, kesehatan, hingga peningkatan kesadaran politik masyarakat sesuai arahan pimpinan,” ujar Endipat.
Suasana pelantikan dan peringatan HUT ke-18 PIRA semakin bernilai strategis dengan kehadiran Ketua Bidang VI Kerjasama Dalam Negeri PP ISEI sekaligus Wakil Ketua Umum Bidang Kebijakan Analisis Makro Mikro Ekonomi Kadin Indonesia, Dr. Aviliani.
Kehadiran tokoh pakar ekonomi nasional ini memberikan dorongan motivasi serta pandangan visioner bagi arah perjuangan politik dan pemberdayaan perempuan Indonesia ke depan.
Saat di konfirmasi awak media, Dr. Aviliani memberikan motivasi politik yang membakar semangat para kader. Ia menegaskan bahwa perempuan tidak boleh lagi sekadar menjadi penonton atau pelengkap dalam konstelasi politik nasional, melainkan harus tampil sebagai penggerak utama perubahan ekonomi rakyat.
“Menurut saya keberadaan organisasi politik perempuan seperti PIRA merupakan instrumen strategis untuk mengonversi gagasan besar pembangunan menjadi aksi nyata di akar rumput,” ucapnya.
Lebih lanjut, Dr. Aviliani menyampaikan pesan mendalam terkait tantangan ekonomi global dan ketahanan nasional. Ia menitipkan harapan besar agar kepengurusan PP PIRA periode 2025–2030 mampu memformulasikan program-program aksi yang berfokus pada penguatan ekonomi keluarga, kemandirian UMKM perempuan, serta peningkatan literasi keuangan.
“Politik yang bermartabat adalah politik yang mampu menghadirkan kesejahteraan dan solusi atas persoalan konkret masyarakat,” cetusnya.
Ia pun menutup pandangannya dengan optimisme politik bahwa di bawah naungan Asta Cita, konsolidasi kader PIRA dari tingkat pusat hingga daerah akan menjadi pilar penopang terwujudnya Indonesia Emas. Sinergi antara kebijakan makro pemerintah dan gerakan mikro pemberdayaan kaum perempuan diyakini akan mempercepat pengentasan kemiskinan dan menciptakan ketahanan sosial-ekonomi yang solid di seluruh pelosok tanah air.” pungkasnya.
Acara peringatan HUT ke-18 dan pelantikan ini diikuti oleh jajaran pengurus daerah dari 38 Pengurus Daerah (PD) PIRA se-Indonesia, baik yang hadir secara fisik maupun daring. Kemeriahan dan kehangatan acara turut dihadiri oleh deretan tokoh lintas organisasi perempuan, perwakilan partai politik sahabat, anak-anak yatim piatu dhuafa, pengemudi ojek online (ojol) perempuan, serta para pelaku UMKM lokal yang diberdayakan selama kegiatan berlangsung.
Melalui kepengurusan baru periode 2025–2030 ini, PIRA berkomitmen memperluas ruang karya dan sinergi bagi kaum perempuan Indonesia agar terus berkembang, berdaya, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
***





