Peristiwa

Remaja 16 Tahun yang Tenggelam di Sungai Cileungsi Desa Tajur Citeureup Ditemukan Meninggal Dunia

Remaja 16 Tahun yang Tenggelam di Sungai Cileungsi Desa Tajur Citeureup Ditemukan Meninggal Dunia
Gambar: Pencarian dan Proses Evakuasi Korban Tenggelam Terbawa Arus Aliran Sungai Cileungsi Kampung Tajur, Desa Tajur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. (Foto:Riyan/PenaKu.ID).

PenaKu.ID – Upaya pencarian intensif terhadap seorang remaja laki-laki berinisial MF (16) yang hanyut di aliran Sungai Cileungsi, Kampung Tajur, Desa Tajur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, akhirnya membuahkan hasil. 

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim SAR gabungan pada Minggu sore (22/3/2025).

Kronologi Kejadian Remaja 16 Tahun yang Tenggelam di Sungai Cileungsi

Peristiwa nahas ini bermula saat korban sedang berenang bersama dua orang rekannya di aliran Sungai Cileungsi. 

Berdasarkan informasi dari komandan tim BASARNAS di lapangan, Fazry, awalnya ada tiga orang remaja yang bermain air di sungai tersebut.

Namun, keceriaan itu berubah menjadi duka saat korban tiba-tiba terbawa arus yang cukup deras dan tenggelam. Rekan-rekan korban yang selamat segera melaporkan kejadian tersebut kepada warga sekitar dan pihak berwenang.

Proses Pencarian Kurang Lebih 6 Jam

Tim SAR gabungan yang terdiri dari BASARNAS, BPBD Kabupaten Bogor, Damkar, Satpol PP, serta berbagai potensi SAR lainnya langsung dikerahkan ke lokasi setelah menerima laporan sekitar pukul 09.40 WIB.

“Kami mulai melakukan pencarian sekitar pukul 10.00 WIB. Tim penyelam dikerahkan untuk menyisir area di sekitar titik terakhir korban terlihat,” ujar Fazry usai mengevakuasi korban.

Setelah melakukan penyisiran selama beberapa jam dengan teknik penyelaman dan penyisiran air, tim akhirnya menemukan jasad korban tidak jauh dari lokasi awal ia tenggelam.

“Alhamdulillah, sekitar pukul 16.50 WIB, korban berhasil ditemukan di sekitaran lokasi kejadian,” tambahnya.

Imbauan kepada Masyarakat

Pihak BASARNAS menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban atas musibah ini. Petugas juga mengimbau masyarakat, terutama para orang tua, untuk lebih waspada dan mengawasi anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai, mengingat arus sungai yang bisa berubah sewaktu-waktu.

“Kami turut berduka cita atas kejadian yang menimpa korban. Kami mengimbau warga dan masyarakat untuk tetap berhati-hati saat bermain di sungai agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” pungkas Fazry.

Saat ini, jenazah korban telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.***

Exit mobile version