PenaKu.ID – Aktivitas gempa bumi kembali terjadi di wilayah selatan Jawa Barat, tepatnya di Pangandaran, dalam beberapa hari terakhir awal Mei 2026. Data resmi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sejumlah gempa bumi berkekuatan kecil hingga menengah terjadi secara beruntun, namun belum menimbulkan dampak signifikan.
Gempa bumi terbaru tercatat pada Senin (4/5/26) dini hari sekitar pukul 02.06 WIB. BMKG melaporkan gempa bermagnitudo 4,0 dengan pusat di laut, sekitar 66 kilometer selatan Pangandaran, pada kedalaman 29 kilometer.
Getaran dirasakan lemah di sejumlah wilayah, termasuk Pangandaran dan sekitarnya, dengan intensitas II hingga III skala Modified Mercalli Intensity (MMI). Hingga kini, belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa. BMKG juga memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Gempa Bumi Terjadi Beruntun
Tidak hanya satu kejadian, aktivitas gempa di kawasan ini terjadi beberapa kali dalam rentang waktu berdekatan. Pada 2 Mei 2026, gempa bermagnitudo 4,6 mengguncang wilayah barat daya Pangandaran dengan kedalaman dangkal. Dua hari berselang, gempa bermagnitudo 4,5 kembali terdeteksi di perairan selatan Jawa.
Selain itu, gempa dengan magnitudo lebih kecil, termasuk gempa 3,0, juga tercatat terjadi pada hari yang sama. Rangkaian kejadian tersebut menunjukkan aktivitas seismik yang relatif aktif di kawasan selatan Jawa Barat.
Gempa Bumi Dipicu Aktivitas Lempeng
Secara geologis, wilayah Pangandaran berada di zona rawan gempa karena berdekatan dengan pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia di selatan Pulau Jawa. Zona subduksi ini dikenal aktif dan kerap memicu gempa bumi, terutama yang berpusat di dasar laut.
BMKG menjelaskan, gempa bermagnitudo kecil hingga menengah seperti yang terjadi saat ini masih tergolong wajar dan merupakan bagian dari dinamika pergerakan lempeng bumi. Sebagian besar gempa tersebut juga tidak berpotensi tsunami karena tidak memenuhi syarat pemicu gelombang besar.
Imbauan Tetap Tenang
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta mengikuti perkembangan informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG maupun pemerintah daerah setempat.
Masyarakat di wilayah pesisir juga diingatkan untuk tetap waspada serta memahami langkah-langkah mitigasi bencana sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa yang lebih besar.** (tds)
