PenaKu.ID – Aksi percobaan pencurian disertai penggunaan senjata api terjadi di sebuah toko servis handphone di Jalan Pangeran Hidayatullah No. 64, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Insiden tersebut menjadi sorotan publik setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) tersebar luas di media sosial.
Dalam video yang beredar, seorang pelaku maling diduga berupaya melakukan pencurian dengan membawa senjata api rakitan atau yang kerap disebut “beceng”. Pelaku bahkan sempat melepaskan tembakan, meski tidak mengenai sasaran.
Penjaga toko, Nasrudin, mengungkapkan saat kejadian dirinya tengah tertidur di dalam toko karena masih menyelesaikan pekerjaan servis handphone.
“Masih ada pekerjaan servis HP, beberapa sudah selesai. Laptop ada di meja, motor di luar dengan gerbang tertutup setengah. Mungkin pelaku melihat teman saya sedang tidur,” ujar Nasrudin, Kamis (30/4/2026).
Ia menjelaskan, pelaku maling sempat berupaya masuk ke dalam toko. Namun, aksinya gagal setelah rekannya terbangun dan langsung menghampiri sosok yang semula dikira sebagai teman.
“Saat dilihat, wajahnya tidak dikenal. Langsung dihampiri, dan teman saya refleks bilang ‘Mau maling ya!’. Pelaku langsung mundur,” tuturnya.
Sang Maling Lepaskan Tembakan
Ketika hendak melarikan diri, pelaku sempat mengambil sandal yang sebelumnya dilepas sambil memegang senjata api. Dalam situasi panik, pelaku kemudian melepaskan tembakan.
“Terdengar satu kali tembakan. Tapi di CCTV terlihat seperti dua atau tiga kali. Suaranya mirip petasan besar,” kata Nasrudin.
Tidak ada korban luka dalam peristiwa ini. Pelaku pun gagal membawa barang apa pun dari lokasi kejadian.
Korban menduga pelaku mengincar barang elektronik seperti laptop atau handphone, bukan kendaraan bermotor yang terhalang pagar.
Nasrudin menambahkan, percobaan pencurian di lokasi tersebut bukan kali pertama terjadi. Setidaknya, sudah tiga kali aksi serupa terjadi, namun seluruhnya berhasil digagalkan.
Kasus ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian Polres Cianjur. Saat ini, aparat masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi dan menangkap pelaku.**
