PenaKu.ID – Gempa bumi berkekuatan besar kembali mengguncang Taiwan, menegaskan posisi pulau tersebut sebagai salah satu wilayah dengan aktivitas seismik paling aktif di dunia. Getaran kuat dirasakan hingga ibu kota Taipei dan sejumlah daerah lain, memicu kepanikan warga serta menghentikan sementara aktivitas transportasi dan industri.
Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat gempa bermagnitudo lebih dari 7 terjadi di wilayah timur Taiwan. Pusat gempa berada di lepas pantai dekat Kabupaten Hualien dengan kedalaman relatif dangkal, sehingga guncangannya terasa signifikan hingga ke kawasan perkotaan padat penduduk.
Sejumlah media internasional, termasuk Reuters dan Associated Press, melaporkan bangunan-bangunan di Taipei berguncang selama beberapa detik. Warga terlihat berhamburan keluar gedung sebagai langkah antisipasi. Otoritas setempat juga menghentikan sementara layanan kereta cepat dan sistem metro untuk pemeriksaan keamanan.
Pemerintah Taiwan menyampaikan bahwa kerusakan dilaporkan terjadi pada sejumlah bangunan dan infrastruktur, terutama di wilayah timur yang berada dekat pusat gempa. Beberapa laporan awal menyebutkan adanya korban luka dan korban jiwa, meski jumlah pastinya masih terus diperbarui seiring proses pendataan di lapangan. Tim penyelamat telah dikerahkan untuk melakukan evakuasi dan menilai dampak kerusakan.
Gempa Bumi Taiwan Jadi Sorotan Global
Menurut laporan BBC, gempa bumi tersebut menjadi salah satu yang terkuat dalam beberapa dekade terakhir dan diikuti oleh puluhan gempa susulan. Otoritas meteorologi Taiwan mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa lanjutan dalam beberapa hari ke depan.
Secara geologis, Taiwan terletak di pertemuan Lempeng Eurasia dan Lempeng Laut Filipina. Posisi ini menjadikannya bagian dari Cincin Api Pasifik, kawasan dengan aktivitas tektonik tinggi, sehingga gempa bumi merupakan fenomena yang relatif sering terjadi meskipun tidak selalu menimbulkan dampak besar.
Selain dampak kemanusiaan, gempa di Taiwan juga menjadi sorotan global. Sejumlah analis internasional menilai peristiwa ini berpotensi mengganggu rantai pasok industri teknologi dunia, mengingat Taiwan merupakan salah satu pusat utama produksi semikonduktor.
Pemerintah Taiwan menegaskan akan terus menyampaikan informasi resmi kepada publik. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa verifikasi serta tetap mengikuti arahan keselamatan dari otoritas guna meminimalkan risiko lanjutan.** [tds]
