Kesehatan

Pupil Mata Beda Ukuran? Kenali Anisokor, dari yang Normal Hingga Tanda Bahaya

Pupil Mata Beda Ukuran? Kenali Anisokor, dari yang Normal Hingga Tanda Bahaya
Pupil Mata Beda Ukuran? Kenali Anisokor, dari yang Normal Hingga Tanda Bahaya/(pixabay)

PenaKu.ID – Pernahkah Anda bercermin dan menyadari bahwa ukuran pupil kedua mata Anda tidak sama persis? Kondisi ini dikenal dalam dunia medis sebagai anisokor.

Bagi sebagian orang, perbedaan ukuran ini mungkin terdengar mengkhawatirkan.

Namun, pada kenyataannya, banyak kasus anisokor yang bersifat fisiologis atau alami dan sama sekali tidak berbahaya. Ini adalah variasi normal yang dimiliki sekitar 20% populasi.

Perbedaan ukuran bisa terjadi karena salah satu pupil sedikit lebih besar (midriasis) atau justru sedikit lebih kecil (miosis) dari ukuran normalnya.

Dalam kasus anisokor fisiologis, perbedaan ukurannya biasanya konstan, tidak lebih dari satu milimeter, dan tidak disertai dengan keluhan lain seperti penglihatan kabur, sakit kepala, atau mata sensitif terhadap cahaya.

Kondisi ini sering kali sudah ada sejak lama atau bahkan sejak lahir tanpa menimbulkan masalah kesehatan yang berarti bagi penderitanya.

Kapan Anisokor Pupil Mata Perlu Diwaspadai?

Meskipun seringkali tidak berbahaya, Anda harus waspada jika anisokor terjadi secara tiba-tiba dan perbedaannya sangat kontras. Perubahan mendadak pada ukuran pupil bisa menjadi penanda adanya kondisi medis yang lebih serius.

Ini bisa menjadi gejala gangguan pada sistem saraf, seperti stroke, tumor otak, atau aneurisma. Cedera pada kepala atau mata juga dapat menyebabkan kerusakan pada saraf atau otot yang mengontrol pupil, sehingga memicu terjadinya anisokor.

Pentingnya Pemeriksaan Medis Pupil Mata saat Berbeda Ukuran

Jika Anda mengalami anisokor yang muncul mendadak, atau jika disertai dengan gejala lain seperti penglihatan ganda, sakit kepala hebat, demam, atau kelemahan pada salah satu sisi tubuh, jangan tunda untuk segera mencari pertolongan medis.

Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan, termasuk pemeriksaan mata dan neurologis, untuk mengidentifikasi penyebab pastinya.

Mendeteksi penyebab yang mendasari secara dini adalah kunci untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi serius lebih lanjut.**

Exit mobile version