Pemerintahan

Perkuat Ketahanan Pangan, Setneg dan Ditjenpas Tinjau Program Pembinaan Produktif di Lapas Warungkiara

Perkuat Ketahanan Pangan, Setneg dan Ditjenpas Tinjau Program Pembinaan Produktif di Lapas Warungkiara
Foto Istimewa: Jajaran Kementerian Sekretariat Negara (Ksetneg) bersama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) melakukan peninjauan langsung terhadap program ketahanan pangan di Lapas Kelas IIA Warungkiara, Selasa (12/05/2026).

PenaKu.ID – Jajaran Kementerian Sekretariat Negara (Ksetneg) bersama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) melakukan peninjauan langsung terhadap program ketahanan pangan di Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (12/05/2026). 

Kunjungan Ditjenpas ini difokuskan pada optimalisasi Pondok Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Berkah Mandiri sebagai pusat pembinaan kemandirian warga binaan.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Asisten Deputi Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Ksetneg, Iman Budiman, didampingi Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Dr. Gun Gun Gunawan. Turut mendampingi pula sejumlah Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) se-Priangan Barat dan perwakilan Kanwil Kemenkumham Jawa Barat.

Ditjenpas Menilik Sektor Pertanian dan Peternakan

Rombongan meninjau sejumlah titik strategis, mulai dari area pertanian produktif hingga fasilitas peternakan sapi yang dikelola langsung oleh warga binaan. Program SAE Berkah Mandiri ini dirancang bukan sekadar sebagai tempat pembinaan, melainkan wadah peningkatan keterampilan (upskilling) agar warga binaan memiliki bekal konkret saat kembali ke masyarakat.

Asisten Deputi, Iman Budiman, memberikan apresiasi tinggi atas efektivitas program di Lapas Warungkiara. Menurutnya, inisiatif ini sejalan dengan visi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Kami melihat komitmen nyata dari jajaran pemasyarakatan. Program ini tidak hanya produktif, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter dan kemandirian warga binaan,” ujar Iman.

Transformasi Pemasyarakatan Modern

Senada dengan hal tersebut, Sesditjenpas Dr. Gun Gun Gunawan menekankan bahwa sektor pertanian dan peternakan adalah instrumen penting dalam transformasi sistem pemasyarakatan yang lebih humanis.

“Ini adalah implementasi pemasyarakatan modern. Kita membekali mereka dengan keahlian agar setelah bebas, mereka mampu berdiri di kaki sendiri dan berkontribusi bagi masyarakat,” tegas Gun Gun.

Komitmen Keberlanjutan

Kepala Lapas Kelas IIA Warungkiara menyatakan bahwa dukungan dari pusat dan para pemangku kepentingan menjadi motor penggerak bagi pihaknya untuk terus berinovasi. Ia menegaskan bahwa SAE Berkah Mandiri akan terus dikembangkan secara berkelanjutan.

“Kami berkomitmen mengoptimalkan setiap potensi yang ada. Melalui sektor pertanian dan peternakan ini, kami ingin Lapas bukan lagi sekadar tempat pembinaan konvensional, melainkan pusat produktivitas yang mendukung program strategis nasional,” tuturnya.

Melalui sinergi lintas instansi ini, diharapkan program pembinaan kemandirian di Lapas dapat terus mencetak warga binaan yang terampil, berdaya guna, dan siap berintegrasi kembali dengan masyarakat secara positif.**

Exit mobile version