Peristiwa

Penambang Pasir Tewas Tertimpa Material Panas Gunung Semeru

×

Penambang Pasir Tewas Tertimpa Material Panas Gunung Semeru

Sebarkan artikel ini
Penambang Pasir Tewas Tertimpa Material Panas Gunung Semeru
Penambang Pasir Tewas Tertimpa Material Panas Gunung Semeru. /Ilustrasi (pexels)

PenaKu.ID – Penambang pasir bernama Very Irawan (33), warga Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, meninggal dunia setelah mengalami luka bakar parah akibat tertimpa material panas Gunung Semeru saat bekerja di kawasan aliran Sungai Besuk Kobokan.

Informasi dihimpun, korban mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Haryoto Lumajang pada Minggu (21/6/26), setelah sebelumnya mengalami luka bakar serius di sebagian besar tubuhnya.

Insiden tersebut terjadi saat korban bersama sejumlah rekannya melakukan aktivitas penambangan pasir di kawasan Sungai Besuk Kobokan pada Sabtu (20/6/26) dini hari. Saat berada di lokasi, material vulkanik Gunung Semeru yang diduga masih menyimpan suhu tinggi mengalami longsoran dan mengenai tubuh korban.

Rekan-rekan korban yang berada di lokasi segera melakukan evakuasi dan membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat. Selanjutnya, korban dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Namun, meski telah mendapat perawatan intensif dari tim medis, kondisi korban terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Material Vulkanik Gunung Semeru Menyimpan Panas Cukup Lama

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang menjelaskan bahwa material vulkanik yang berasal dari aktivitas Gunung Semeru dapat menyimpan panas dalam waktu yang cukup lama. Kondisi tersebut menyebabkan kawasan aliran sungai yang menjadi jalur endapan material erupsi tetap memiliki tingkat risiko tinggi bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitarnya.

BPBD mengingatkan masyarakat, terutama para penambang pasir, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya yang tidak selalu terlihat secara kasatmata. Material vulkanik yang tampak telah mengendap masih berpotensi memiliki suhu tinggi dan dapat menyebabkan luka bakar apabila terjadi longsoran atau kontak langsung.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat tingginya risiko aktivitas penambangan di kawasan rawan bencana Gunung Semeru. Selain ancaman erupsi dan awan panas guguran, sisa material vulkanik yang masih menyimpan panas juga dapat membahayakan keselamatan para pekerja.

Pemerintah daerah bersama BPBD terus mengimbau masyarakat agar mematuhi aturan dan rekomendasi terkait aktivitas di zona rawan bencana. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah jatuhnya korban jiwa akibat potensi bahaya vulkanik yang dapat muncul sewaktu-waktu.** (tds)