PenaKu.ID – Dua orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor mengalami kecelakaan tunggal setelah diduga mengalami rem blong saat melintasi jalan menurun di Kampung Parungbedil, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (3/8/2026) sekitar pukul 07.30 WIB.
Peristiwa tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sekitar lokasi kejadian.
Dalam rekaman CCTV terlihat sepeda motor Honda Beat yang dikendarai seorang pria dan membonceng seorang perempuan melaju dari arah Desa Sukamulya menuju Desa Tanjungsari. Saat memasuki turunan di ujung Jembatan Parungbedil, sepeda motor melaju cukup kencang sebelum akhirnya menghantam pilar tembok Jembatan Parungbedil.
Benturan keras menyebabkan kedua pengendara terlempar ke bawah Jembatan Parungbedil dengan ketinggian sekitar 20 meter. Sementara sepeda motor yang mereka kendarai tetap berada di atas badan jalan.
Korban Langsung Dievakuasi dari Jembatan Parungbedil
Warga setempat, Jenal (55), mengatakan dirinya mendengar suara benturan keras dari arah Jembatan Parungbedil. Saat didatangi, sepeda motor berada di atas jalan, sedangkan kedua korban sudah berada di bawah jembatan.
“Saya tidak melihat secara langsung kejadiannya. Saya hanya mendengar suara benturan motor dengan pilar jembatan. Setelah saya dekati, motornya berada di atas jalan, sedangkan kedua penumpangnya sudah berada di bawah jembatan. Kejadian itu juga terekam CCTV milik PSDAP (Pengairan),” ujarnya.
Jenal mengatakan, warga bersama personel Polsek Sukaluyu segera mengevakuasi kedua korban dari dasar jembatan. Karena ambulans belum tiba di lokasi, korban kemudian dibawa ke RSUD Sayang Cianjur menggunakan mobil MBG yang pertama kali datang ke lokasi.
Menurutnya, kecelakaan diduga terjadi karena pengendara panik atau sistem pengereman kendaraan tidak berfungsi dengan baik saat melintasi turunan sehingga sepeda motor menabrak pilar jembatan.
Warga Minta Pagar Pengaman di Jembatan Parungbedil Ditinggikan
Jenal berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun Pemerintah Kabupaten Cianjur dapat membangun pagar pengaman yang lebih tinggi di sisi jembatan.
Menurutnya, kecelakaan serupa beberapa kali terjadi di lokasi tersebut sehingga keberadaan pagar yang lebih tinggi dinilai dapat meminimalkan risiko korban terjatuh ke bawah jembatan.
Ia juga menyebut masyarakat setempat kerap mengaitkan kejadian serupa yang terjadi pada awal Agustus dengan mitos yang berkembang di lingkungan sekitar. Namun, anggapan tersebut merupakan cerita yang beredar di kalangan warga dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Polisi Lakukan Penyelidikan
Sementara itu, Kapolsek Sukaluyu, AKP Akhmad Tri Lesmana, membenarkan adanya kecelakaan tunggal tersebut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, sepeda motor yang dikendarai Ipan Abdulatif (20) dengan penumpang Nurhayati (33), warga Kampung Cihandeuleung, Desa Mekarjaya, diduga hilang kendali saat melintasi jalan menurun.
Akibat kecelakaan tersebut, Ipan mengalami luka berat di bagian kepala dan sempat tidak sadarkan diri. Sementara Nurhayati mengalami luka lecet pada kaki kanan. Keduanya kini menjalani perawatan intensif di RSUD Sayang Cianjur.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta melimpahkan penanganan kasus tersebut kepada Unit Gakkum Satlantas Polres Cianjur.
Penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk dugaan rem blong yang menjadi salah satu faktor penyebab insiden tersebut.**











