PenaKu.ID – Satu unit rumah milik seorang kiai dan satu unit Pondok Pesantren (Ponpes) Alfuqon Nurul Bayan di Kampung Belendung, Desa Jatisari, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, hangus terbakar pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 16.20 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran diduga dipicu arus pendek listrik. Titik api pertama kali muncul di bagian atas bangunan pondok pesantren, kemudian dengan cepat membesar hingga menghanguskan seluruh bangunan dan merembet ke rumah milik kiai yang berada di dekatnya.
Saat peristiwa terjadi, warga sekitar berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, karena lokasi cukup jauh dari sumber air, kobaran api terus membesar sehingga kedua bangunan tidak dapat diselamatkan.
Beruntung, api tidak sempat merembet ke rumah-rumah warga lainnya meski lokasi kejadian berada di kawasan permukiman yang padat. Tak lama berselang, satu unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Damkar Ciranjang tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman bersama personel, dibantu warga, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta aparat Pemerintah Desa Jatisari. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan.
Kepala Desa Jatisari, Asep Prasida, mengatakan lokasi pondok pesantren dan rumah kiai berada di tengah permukiman padat penduduk. Menurutnya, cepatnya respons petugas pemadam kebakaran berhasil mencegah api meluas ke bangunan lain.
“Ponpes Alfuqon Nurul Bayan beserta rumah kiai berada di kawasan padat penduduk. Saat kebakaran terjadi, beruntung api tidak merembet ke rumah warga lainnya karena petugas Damkar dari Ciranjang segera datang sehingga situasi dapat diantisipasi,” ujar Asep.
Kerugian Kebakaran Rumah Kiai & Ponpes Alfuqon Nurul Bayan
Asep juga menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa pemilik rumah dan pengelola pondok pesantren. Pihak Pemerintah Desa Jatisari, kata dia, telah membuat laporan kepada Pemerintah Kabupaten Cianjur sebagai tindak lanjut penanganan pascakebakaran.
“Kami atas nama Pemerintah Desa Jatisari turut prihatin atas musibah kebakaran yang menimpa rumah kiai dan Ponpes Alfuqon Nurul Bayan. Semoga beliau beserta keluarga diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan, serta segera memperoleh pengganti yang lebih baik,” katanya.
Sementara itu, Wakil Komandan Regu Damkar Ciranjang, Ahmad J. Kurniawan, menjelaskan pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pukul 16.20 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, satu unit mobil pemadam kebakaran bersama enam personel dan dua relawan langsung diberangkatkan menuju lokasi.
Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan pemadaman yang berlangsung sekitar satu jam, dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
Dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Namun, kebakaran menghanguskan rumah kiai dan bangunan pondok pesantren dengan total kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp250 juta.**









