Pemerintahan

Pemkot Cimahi Salurkan 827 Ton Beras untuk 41 Ribu Penerima

×

Pemkot Cimahi Salurkan 827 Ton Beras untuk 41 Ribu Penerima

Sebarkan artikel ini
Pemkot Cimahi Salurkan 827 Ton Beras untuk 41 Ribu Penerima
Pemkot Cimahi Salurkan 827 Ton Beras untuk 41 Ribu Penerima

PenaKu.ID – Pemerintah Kota Cimahi mulai menyalurkan bantuan pangan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) berupa beras dan minyak goreng kepada puluhan ribu warga penerima manfaat. Penyaluran tersebut secara resmi diluncurkan di Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kamis (9/4/26), sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus membantu meringankan beban pengeluaran masyarakat.

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Cimahi, Mohammad Ronny, yang mewakili Wali Kota Cimahi, mengatakan pemerintah terus berkomitmen memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan. Menurutnya, program CPP menjadi salah satu instrumen strategis pemerintah untuk mengantisipasi potensi kerawanan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah dinamika ekonomi.

“Penyaluran cadangan pangan ini bertujuan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat serta mencegah terjadinya kerawanan pangan. Ini juga menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam melindungi masyarakat,” ujar Ronny.

Dalam program tersebut, Pemkot Cimahi menyalurkan total 827.740 kilogram beras dan 165.548 liter minyak goreng kepada 41.387 Penerima Bantuan Pangan (PBP). Setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan yang disalurkan sekaligus untuk alokasi Februari dan Maret 2026.

Program ini merupakan tindak lanjut kebijakan pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional yang menugaskan Perum Bulog menyalurkan cadangan pangan ke berbagai daerah. Dalam pelaksanaannya, Pemkot Cimahi berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Perum Bulog, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta mitra distribusi logistik.

Ronny menjelaskan, bantuan pangan tersebut tidak hanya bertujuan mengurangi beban pengeluaran rumah tangga, tetapi juga menjadi salah satu langkah pengendalian inflasi daerah. Ketersediaan bahan pokok yang terjaga diharapkan mampu mempertahankan daya beli masyarakat.

“Program ini diharapkan mampu mengurangi tekanan ekonomi masyarakat, menjaga stabilitas harga, sekaligus melindungi produsen dan konsumen,” katanya.

Ia menambahkan, proses penyaluran dilakukan berdasarkan data penerima yang telah melalui proses verifikasi agar bantuan tepat sasaran. Pemerintah juga memastikan distribusi berlangsung lancar dan tepat waktu sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.

Pemkot Cimahi dan Bulog Kolaborasi Gerakan Pangan Murah

Sementara itu, Wakil Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Bandung, Ratih Rachmawati, memastikan stok beras yang dimiliki Bulog dalam kondisi aman. Menurutnya, Bulog saat ini memanfaatkan momentum panen untuk memperkuat cadangan pangan nasional.

“Pada bulan-bulan ini stok justru meningkat. Kami memanfaatkan masa panen untuk menambah cadangan gabah dan beras. Saat ini, cadangan pangan kami cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 10 sampai 11 bulan ke depan,” ungkap Ratih.

Ratih juga memastikan beras yang disalurkan kepada masyarakat merupakan beras medium yang telah memenuhi standar mutu pemerintah.

“Kualitas beras berada pada kategori medium dengan batas maksimum butir patah sesuai standar, sehingga tetap layak dan aman dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.

Selain menyalurkan bantuan pangan, Bulog juga menyiapkan intervensi pasar melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Program tersebut akan dilaksanakan bersama Pemkot Cimahi, termasuk melalui kegiatan gerakan pangan murah, guna menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok di masyarakat.

Melalui penyaluran bantuan pangan dan berbagai upaya pengendalian harga tersebut, Pemkot Cimahi berharap ketahanan pangan masyarakat tetap terjaga, tekanan ekonomi dapat berkurang, serta stabilitas harga kebutuhan pokok di daerah tetap terkendali.**