Ragam

Nama Jalan Pakai Nama Bupati di Cianjur Tuai Kontroversi

Nama Jalan Pakai Nama Bupati di Cianjur Tuai Kontroversi
Nama Jalan Pakai Nama Bupati di Cianjur Tuai Kontroversi

PenaKu.ID – Ruas jalan yang membentang di sepanjang Saluran Irigasi Daerah Irigasi (DI) Cihea, dari Desa Sukatani, Kecamatan Haurwangi, hingga Desa Sukarama, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kini diberi nama Jalan dr. Muhammad Wahyu. Penamaan tersebut tertulis pada gapura di wilayah Desa Cikondang dan diresmikan langsung oleh Bupati Cianjur, dr. Muhammad Wahyu, pada Kamis (6/2/2026), ditandai dengan pengguntingan pita.

Namun, penamaan ruas jalan tersebut menuai kontroversi di tengah masyarakat. Sejumlah warga dan aktivis menilai penggunaan nama Bupati Cianjur yang masih aktif menjabat sebagai nama jalan dinilai terlalu dini dan kurang bijak.

Aktivis Pembangunan Kabupaten Cianjur, Iwan Yusuf, bersama Erwan, menegaskan bahwa penolakan tersebut bukan bentuk fanatisme maupun sikap tidak menghormati kinerja Bupati Cianjur. Menurut mereka, dr. Muhammad Wahyu dikenal memiliki kinerja yang baik dan dekat dengan masyarakat.

“Kami bukan fanatik nama dan bukan pula tidak menghormati Pak Bupati. Namun, menamai jalan dengan nama beliau saat masih menjabat rasanya belum pada waktunya. Masih banyak tokoh dan pahlawan yang lebih layak dijadikan nama ruas jalan,” ujar Iwan.

Ia menambahkan, akan lebih arif jika ruas jalan tersebut menggunakan nama yang memiliki nilai historis lokal, seperti Jalan Cisuru atau nama tokoh leluhur setempat, seperti Eyang atau Raden Susuru.

Iwan juga menyoroti proses penamaan jalan yang dinilai tidak melalui musyawarah bersama. Ia menilai seharusnya pemerintah desa terkait, yakni Desa Sukajaya Cikondang dan Desa Sukarama, terlebih dahulu berdiskusi dengan tokoh-tokoh masyarakat dan sejarawan lokal di Kecamatan Bojongpicung.

“Di Bojongpicung banyak tokoh yang paham sejarah, seperti Abah Ruskawan Danginpuri, Eden Romansyah, Sukanar, Sudirhap, H. Supian alias Seprit, Agus Codet, dan tokoh masyarakat lainnya. Mereka seharusnya dilibatkan,” tegasnya.

Kades Tidak Tahu Penggagas Nama Jalan

Sementara itu, Kepala Desa Sukajaya, Ahmad Sanusi, membenarkan bahwa tulisan nama Jalan dr. M Wahyu memang terpasang di gapura perbatasan Desa Cikondang dan Desa Sukajaya. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa pihak yang pertama kali menggagas penamaan tersebut.

Menurut Ahmad, berdasarkan informasi yang ia terima, nama jalan tersebut diusulkan oleh tokoh masyarakat Desa Sukajaya saat pelaksanaan Gotong Royong Lobaan (Gorol) pertama. Saat itu, banyak warga menyampaikan rasa terima kasih kepada Bupati Cianjur atas pembangunan jalan tersebut, hingga muncul wacana penamaan Jalan dr. M Wahyu jika akses menuju Desa Sukarama rampung.

“Nama itu bukan hasil atau keputusan pemerintah desa. Informasinya, itu muncul dari tokoh masyarakat saat Gorol pertama,” ujar Ahmad.

Ia mengungkapkan bahwa pihak desa sempat meminta agar pemasangan nama jalan ditunda hingga mendapat petunjuk langsung dari Bupati Cianjur. Permintaan tersebut disampaikan di hadapan Pelaksana Tugas Camat Bojongpicung saat itu. Namun, nama jalan tersebut tetap dipasang oleh pihak pekerja.

“Kami sempat meminta agar izin terlebih dahulu kepada Pak Bupati, tetapi tetap saja dipasang. Sekarang, untuk mencopotnya pun sudah sulit,” katanya.

Kontroversi penamaan jalan ini pun masih menjadi perbincangan di tengah masyarakat, seiring harapan agar ke depan proses penamaan fasilitas publik dapat dilakukan melalui musyawarah dan mempertimbangkan nilai sejarah lokal.**

Exit mobile version