Uncategorized

Menjemput Berkah di Kaki Gunung Gede: Kisah Hj. Eva Arnaz, Bintang Layar Lebar yang Menanam Amal Jariyah di Sukabumi

×

Menjemput Berkah di Kaki Gunung Gede: Kisah Hj. Eva Arnaz, Bintang Layar Lebar yang Menanam Amal Jariyah di Sukabumi

Sebarkan artikel ini
IMG 20261025 WA0039
Foto Istimewa: Artis Popular di era 1980 an, Hj. Eva Yanthi Arnaz.

PenaKu.ID – Namanya pernah menghiasi panggung perfilman Indonesia era 1970-an hingga 1990-an. Wajah cantiknya kerap menyapa jutaan pasang mata di bioskop-bioskop Tanah Air, mencuri perhatian lewat pesona dan bakat akting yang memukau. Lahir di Bukit Tinggi, Sumatra Barat, pada 14 Juli 1958, Eva Yanthi Arnaz adalah ikon kecantikan dan bintang kejayaan perfilman masa itu.

Namun, gemerlap lampu panggung dan kepopuleran dunia hiburan kini telah lama ia tinggalkan. Dalam balutan hijab dan ketenangan jiwa, wanita yang akrab disapa Bunda Eva ini menapaki babak baru kehidupan yang jauh lebih bermakna: hijrah menuju jalan ridha Ilahi.

Menyerahkan Hak Milik untuk Jalan Allah

Waktu terus bergulir, membawa perubahan besar dalam perjalanan hidup sang mantan bintang. Di usianya saat ini, Hj. Eva Arnaz kini bergelar haji memilih untuk mendedikasikan sebagian harta yang dimilikinya sebagai ladang amal jariyah yang tak terputus.

Ditemui di Wisma Bharata, Jalan Aminta Azmali No. 32, Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, pada Minggu (25/10/2026), ia bertutur dengan penuh kelembutan namun tegas mengenai niat tulusnya.

Bunda Eva mewakafkan sebidang tanah seluas 2.000 meter persegi yang terletak di Perbawati, Warnasari, Kabupaten Sukabumi. Lahan tersebut sebenarnya telah ia miliki sejak tahun 1987. Sempat tertunda pemanfaatannya karena urusan administrasi pertanahan, kini setelah melalui proses verifikasi di Badan Pertanahan Nasional (BPN), kejelasan hukum tanah itu sah menjadi miliknya dan kini, sah pula diwakafkan sepenuhnya untuk umat.

Dari total luas lahan tersebut, 500 meter persegi telah resmi diikrarkan untuk pembangunan sarana ibadah berupa masjid dan rumah tahfiz Al-Qur’an. Sementara sisanya, Insya Allah, akan disesuaikan pemanfaatannya demi kemaslahatan umat.

“Saya yang membayar PBB-nya sejak dulu. Saya yang merawatnya. Sekarang, Bismillah ini bukan milik saya lagi. Ini milik Allah, untuk umat,” ucap Hj. Eva dengan mata yang menyiratkan ketulusan mendalam.

Mewujudkan niat mulia ini tentu tidak berjalan seorang diri. Di sampingnya, berdiri tegar rekan-rekan yang mendukung penuh langkah dakwah ini, di antaranya Kompol (Purn) Sunarya Ishak, S.H., M.H., Muhammad Saleh Arip, S.H., serta Samer Amin selaku pembina masjid yang kini fondasinya mulai tumbuh berdiri.

Sinergi hangat juga terjalin erat dengan berbagai pihak, termasuk mantan Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami, serta Dr. KH. Ece Supriatna Mubarok, M.Sc., M.M., pimpinan Pondok Pesantren Al Matuq dan Pondok Pesantren Yaspida. Bunda Eva juga kini resmi bergabung dalam komunitas Sukabumi Mengaji, serta menggandeng sejumlah majelis taklim dan yayasan sosial di Jakarta untuk melangkah bersama dalam satu tujuan.

“Semoga ke depan, Insya Allah untuk dakwahnya akan bersatu dengan Sukabumi Mengaji,” ungkapnya.

Bagi Hj. Eva, apa yang ia lakukan hari ini bukanlah sebuah kebanggaan duniawi, melainkan sebuah bentuk pertanggungjawaban atas apa yang dititipkan Sang Pencipta kepadanya.

“Saya bukan orang kaya raya. Apa yang saya miliki hanyalah titipan Allah. Jika ada yang bisa saya berikan, biarlah yang bermanfaat itu terus mengalir, bahkan saat saya sudah tidak ada di dunia ini,” tuturnya bijak.

Ia pun senantiasa memegang teguh satu pesan bermakna mendalam:

“Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling banyak manfaatnya bagi sesama.”

Kini, proses pembangunan fondasi di atas lahan tersebut telah dimulai kembali. Langkahnya sederhana, namun doa dan harapannya begitu besar semoga masjid yang berdiri kelak menjadi tempat ibadah yang diridhai, dan rumah tahfiznya mampu melahirkan generasi penjaga Al-Qur’an yang berguna bagi bangsa dan agama.

Dukungan Penuh dari Sahabat dan Sesama

Kompol (Purn) Sunarya Ishak, S.H., M.H., yang turut mendampingi langkah mulia ini, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuhnya terhadap kegiatan sosial keagamaan yang diprakarsai oleh sang mantan artis legendaris tersebut.

“Saya mendukung sekali kegiatan yang dilaksanakan oleh Bunda Eva, yaitu membangun masjid. Ini sangat bermanfaat dan berkah bagi semua umat yang akan menggunakannya ke depan, untuk memakmurkan rumah Allah,” ujar Sunarya.

Ia juga menyadari bahwa merintis sebuah rumah ibadah bukanlah perkara mudah, namun ia bersama tim dan masyarakat berkomitmen untuk terus berjuang. 

“Memang merintis dan membangun masjid itu tidak mudah. Namun, kami akan tetap berjuang sampai masjid tersebut terbangun dengan baik, selesai, dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat luas. Terima kasih, semoga niat baik kita semua senantiasa dimudahkan Allah,” terangnya.

Jejak langkah Hj. Eva Arnaz dari panggung hiburan gemerlap menuju keteduhan rumah Allah menjadi inspirasi nyata bahwa keindahan hidup sejati bukanlah tentang seberapa banyak pujian yang kita terima, melainkan seberapa besar jejak kebaikan yang kita tinggalkan untuk sesama.

***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *