Uncategorized

Mengawal Makan Bergizi Gratis: Dinkes Kab. Sukabumi Standarisasi Higiene Sanitasi Lewat Pelatihan Keamanan Pangan

IMG 20260521 WA0051
Foto Istimewa: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi, Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Saat Melaksanakan pelatihan keamanan pangan bagi puluhan relawan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit, Kamis (21/5/2026).

PenaKu.ID – Langkah preventif dan mitigasi risiko terhadap potensi kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan massal terus diperketat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi mengambil langkah strategis dengan menggelar pelatihan keamanan pangan bagi puluhan relawan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit.

Langkah ini diambil guna mengawal mutu dan aspek promotif-preventif dalam implementasi program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), drg. Hardi Subarmin, M.Kes., menegaskan bahwa Pelatihan Pengolahan Keamanan Pangan (PKP) yang diikuti oleh 47 relawan ini bukan sekadar pembekalan teknis semata. Kegiatan ini merupakan prasyarat mutlak (kondisi sine qua non) dalam penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi institusi penyedia jasa boga komunal seperti SPPG.

“Utamanya, ketika para relawan ini diberikan pelatihan, otomatis mereka menjadi paham cara pengelolaan pangan siap saji yang memenuhi syarat-syarat higiene sanitasi. Dinas Kesehatan dalam hal ini bertindak sebagai fasilitator,” ujar drg. Hardi kepada Awak media, Kamis (21/05/2026).

Aspek Krusial Mitigasi Kontaminasi Pangan

Dari perspektif epidemiologi dan kesehatan masyarakat, aspek kesehatan dalam pengelolaan dapur umum skala besar memiliki risiko tinggi (high-risk risk assessment) jika tidak dikelola dengan standar ketat. Drg. Hardi memaparkan, pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif kepada penjamah makanan (food handlers) agar produk akhir yang disajikan benar-benar bebas dari segala bentuk cemaran.

Kontaminasi Biologis: Kuman, bakteri patogen (seperti Salmonella atau E. coli), dan virus.

Kontaminasi Fisik: Benda asing yang berpotensi mencederai saluran pencernaan.

Cemaran Kimia: Residu bahan kimia berbahaya atau penggunaan BTP (Bahan Tambahan Pangan) yang tidak sesuai takaran.

“Dengan begitu, kita bisa menghindari kemungkinan terjadinya keracunan makanan dan konsumen penerima manfaat program MBG ini benar-benar terlindungi,” tegas drg. Hardi.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya adopsi sistem keselamatan kerja pangan yang lebih tinggi di masa depan, seperti HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) dan kepemilikan SLHS di seluruh SPPG wilayah Kabupaten Sukabumi.

Komitmen Food Handler di Garis Depan

Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan (Kasatpel) SPPG Gede Pangrango, Muhamad Ihsan, menjelaskan bahwa pelatihan intensif satu hari yang digelar di GOR Kecamatan Kadudampit ini merupakan fondasi operasional yang vital. Edukasi terhadap food handler adalah pilar utama dalam menciptakan tata kelola pangan yang aman.

“Pelatihan food handler ini merupakan dasar dari SPPG untuk menciptakan konsumsi yang layak dan aman bagi masyarakat,” tutur Ihsan setelah kegiatan.

Program penguatan kapasitas ini merupakan wujud sinergi lintas sektor (pentahelix) yang melibatkan:

Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi

Puskesmas setempat (dihadiri langsung oleh Kepala Puskesmas, dr. Idris)

Otoritas Wilayah (kehadiran Camat setempat)

Meskipun sebagian dari 49 relawan yang hadir telah mulai memproduksi makanan sejak dini hari (waktu subuh), antusiasme dan dedikasi mereka tetap tinggi demi menyerap materi standarisasi ini.

Melalui pembekalan Standard Operating Procedure (SOP) higienitas sanitasi ini, SPPG Gede Pangrango berkomitmen penuh untuk menjaga kualitas pelayanan dan patuh terhadap regulasi kesehatan demi memberikan dampak sosial yang optimal dan aman bagi tumbuh kembang anak-anak penerima manfaat program MBG.

***

Exit mobile version