PenaKu.ID – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Brigade Mahasiswa Bogor menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kabupaten Bogor pada Kamis (2/4/2026).
Massa berhasil menembus pengamanan hingga ke halaman depan gedung wakil rakyat tersebut.
Mahasiswa Demo di Depan Kantor DPRD Kabupaten Bogor Terkait Pokir 20 Miliar
Aksi dimulai dengan orasi yang menyuarakan keresahan mahasiswa terkait dugaan ketidaktransparanan anggaran. Dalam video yang beredar, terlihat massa membakar ban di area parkir sebagai bentuk protes, yang mengakibatkan asap hitam membubung tinggi di sekitar lokasi aksi.
Mahasiswa juga membentangkan sejumlah spanduk bernada kritik tajam, salah satunya bertuliskan “POKIR 20 MILIAR UNTUK SIAPA???” lengkap dengan karikatur yang menyindir oknum pejabat.
Melalui rilis resmi yang ditunjukkan oleh salah satu orator, Brigade Mahasiswa Bogor mempertanyakan urgensi dan kemanfaatan anggaran Pokok Pikiran (Pokir) yang dinilai tidak menyentuh kebutuhan langsung masyarakat bawah.
Kericuhan kecil sempat terjadi saat mahasiswa mencoba merangsek masuk lebih jauh, namun situasi dapat diredam oleh aparat kepolisian dan Satpol PP yang berjaga ketat di depan pintu masuk Ruang Rapat Paripurna.
Mahasiswa Meminta Anggaran Publik Untuk Kebutuhan Dasar Bukan Sarat Kepentingan Elit
Beberapa poin yang disampaikan mahasiswa dalam orasi tersebut, diantaranya Prioritas Anggaran, Kritik Proyek Elit, Tuntutan Klarifikasi dan Konsistensi Perjuangan.
“Anggaran publik seharusnya diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, bukan pada proyek-proyek yang sarat dengan kepentingan elit,” ujar salah satu orasi pada Pendemo didepan Kantor DPRD Kabupaten Bogor, Kamis (2/4/2026).
Masa Masih Bertahan di Depan Kantor DPRD Kabupaten Bogor
Hingga berita ini diturunkan, pantauan dari PenaKu.ID massa masih bertahan di halaman gedung DPRD Kabupaten Bogor, menunggu perwakilan anggota dewan untuk keluar dan memberikan klarifikasi langsung terkait tuntutan mereka.
Mahasiswa mengancam akan bertahan dan melakukan aksi yang lebih besar jika tuntutan transparansi anggaran mereka tidak segera ditanggapi.***
