PenaKu.ID – Aliran Sungai Citeureup yang melintasi wilayah Desa Citeureup, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, kini berada dalam kondisi memprihatinkan.
Buangan sampah menumpuk dan terlihat jelas dari atas Jembatan Tarikolot, Jalan Raya Citeureup–Sukamakmur, Rabu (2/9/2026).
Fakta Lapangan Bicara: Sungai Citeureup ‘Dihujani’ Sampah, Laporan Cuma Di Atas Kertas!
Kondisi ini memicu keprihatinan sekaligus menyoroti ketimpangan antara laporan pengelolaan kebersihan dan realita di lapangan. Selama ini, pihak pemda kerap menerima laporan bahwa warga tidak membuang sampah sembarangan. Namun, pemandangan di aliran sungai justru membuktikan hal sebaliknya.
Salah seorang warga, Sahar, menegaskan bahwa Pemerintah Desa dan Kecamatan Citeureup tidak boleh menutup mata serta hanya bergantung pada laporan di atas kertas.
“Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah desa dan kecamatan. Jangan sampai persoalan sampah hanya bagus dalam laporan, tetapi kenyataan di lapangan justru berbeda,” tegas Sahar.
Menurutnya, pemerintah wajib melakukan sidak langsung ke lapangan untuk menelusuri asal-usul sampah dan menentukan pihak yang harus bertanggung jawab.
Sampah Menumpuk di Sungai Tarikolot Citeureup, Saatnya Pejabat Turun Gunung!
Senada dengan Sahar, Meggi, warga lainnya, menilai pembiaran tumpukan sampah ini sangat berbahaya bagi ekosistem sungai dan kesehatan masyarakat sekitar. Ia mendesak instansi terkait bahkan figur publik seperti Kang Dedi Mulyadi untuk turun gunung meninjau langsung kondisi tersebut jika pemerintah setempat lambat merespons.
“Pemerintah harus turun langsung melihat kondisi sebenarnya. Jangan hanya percaya laporan, lihat faktanya di lapangan,” ujar Meggi.
Kini, bola panas berada di tangan Pemerintah Desa Citeureup dan Kecamatan Citeureup. Masyarakat mendesak adanya penelusuran sumber sampah, peningkatan pengawasan di titik-titik rawan, serta sanksi tegas bagi oknum yang terbukti menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.***
