Pemerintahan

Pemkab Bogor Pacu Perbaikan RTLH, Rudy Susmanto Targetkan 14 Ribu Rumah Layak Huni di 2026

Pemkab Bogor Pacu Perbaikan RTLH, Rudy Susmanto Targetkan 14 Ribu Rumah Layak Huni di 2026
Akselerasi Hunian Layak: Kolaborasi Pusat dan Daerah Demi Kesejahteraan Warga Kabupaten Bogor. (Riyan/PenaKu.ID)

PenaKu.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus memacu upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penataan sektor perumahan.

Pada 2026, Pemkab Bogor menargetkan perbaikan 13 hingga 14 ribu unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang tersebar di wilayah Kabupaten Bogor. Langkah ini menjadi bagian penting dari komitmen daerah dalam mempercepat pengentasan kemiskinan dan penyediaan hunian sehat.

​Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa sektor perumahan kini menjadi fokus prioritas pembangunan daerah, berdiri sejajar dengan perbaikan infrastruktur jalan, peningkatan sarana pendidikan, serta layanan kesehatan.

Sinergi Bantuan Pusat dan APBD Pemkab Bogor

​Upaya mengejar target belasan ribu rumah tersebut didukung penuh oleh kolaborasi anggaran antara pemerintah pusat dan Pemkab Bogor. Pemerintah pusat menyalurkan bantuan program bedah rumah sebanyak 10.000 unit. Sementara itu, Pemkab Bogor telah mengalokasikan anggaran awal melalui APBD murni.

​“Di tahun 2026, kita mendapat kabar gembira. Dari pemerintah pusat, kita diberikan bantuan kurang lebih 10.000 rumah untuk program bedah rumah. Dari APBD murni Pemkab Bogor sendiri sudah menganggarkan 1.750 rumah,” ujar Rudy Susmanto.

​Ia menambahkan, jika ketersediaan anggaran daerah mencukupi, Pemkab Bogor berencana menambah alokasi perbaikan sebanyak 2.750 unit rumah lagi pada skema pembiayaan berikutnya.

Lonjakan Signifikan Target Perbaikan Rumah

​Target yang dipatok pada 2026 ini menunjukkan peningkatan yang jauh lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sebagai pembanding, pada 2025 lalu total RTLH yang berhasil diperbaiki mencakup sekitar 4.000 unit terdiri dari 2.750 unit alokasi APBD Kabupaten Bogor dan 1.500 unit bantuan pemerintah pusat.

​Bupati Bogor optimistis proses pengerjaan fisik perbaikan belasan ribu rumah ini dapat terealisasi secara masif pada caturwulan terakhir tahun 2026.

​“Maka di empat bulan yang tersisa pada 2026 September, Oktober, November, dan Desember mudah-mudahan 13 sampai 14 ribu rumah tidak layak huni dapat segera kita lakukan perbaikan,” lanjutnya.

Komitmen Penanganan Berkelanjutan Berbasis Anggaran

​Meski alokasi tahun ini meningkat drastis, Rudy mengakui tantangan penanganan RTLH di Kabupaten Bogor masih cukup besar. Luasnya bentang wilayah serta besarnya jumlah penduduk membuat program pembenahan hunian tidak bisa diselesaikan secara instan dalam satu tahap.

​Pemerintah daerah berkomitmen untuk melanjutkan penanganan RTLH ini secara berkesinambungan dan bertahap sejalan dengan kemampuan keuangan daerah.

​“Hal itu pun belum sepenuhnya menuntaskan tantangan RTLH yang ada di Kabupaten Bogor. Namun, kami akan terus lakukan penanganan secara bertahap demi memastikan masyarakat mendapatkan hunian yang lebih layak dan meningkatkan kualitas hidup warga,” pungkas Rudy Susmanto.***

Exit mobile version