PenaKu.ID – Awan mendung sempat menggelayuti Panti Asuhan Bima Sakti di Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. Benda-benda penopang napas aktivitas panti mulai dari sepeda motor operasional, laptop, telepon seluler, hingga barang kebutuhan harian raib disatroni pencuri. Bagi panti, kerugian itu bukan sebatas angka nominal, melainkan ancaman nyata bagi kelancaran pelayanan dan senyum anak-anak asuh di sana.
Namun, keputusasaan tak diberi ruang untuk menetap lama. Senyum anak-anak panti kembali mengembang dalam hitungan kurang dari 24 jam setelah cahaya harapan datang lewat aksi cepat kepolisian dan kepedulian warga.
Kecepatan tangan dan ketajaman analisis Aipda Eka Rahayu, anggota Polda Metro Jaya yang tengah berada di Sukabumi, menjadi kunci terurainya benang kusut tersebut. Dengan sigap, ia memetakan informasi, menelusuri tiap jejak rekaan, dan mengkaji setiap petunjuk kecil hingga titik terang benderang. Tak butuh waktu lama, terduga pelaku berhasil diamankan dan seluruh barang bukti kembali ke pangkuan panti.
“Sangat luar biasa. Dalam waktu kurang dari 1×24 jam, beliau mampu menemukan pelaku. Informasi dipetakan, diteliti, dan diterjemahkan dengan begitu presisi,” ujar Idris, Pengasuh Panti Asuhan Bima Sakti saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (5/9/2026).
Bagi Idris dan seluruh penghuni panti, hal yang paling menyentuh hati bukan sekadar kecepatan pengungkapan kasus, melainkan ketulusan di baliknya. Aipda Eka turun tangan tanpa pamrih, menjelmakan sosok pelindung dan pelayan masyarakat yang hadir secara nyata di saat warga membutuhkan.
Langkah cepat itu kian solid berkat menguatnya rajutan persatuan di tingkat tapak. Para tokoh masyarakat dan pemuda Kadudampit bahu-membahu menumpahkan tenaga serta pikiran. Kolaborasi erat antara aparat dan warga ini menjadi bukti hangat bahwa ketika kepedulian bergerak bersama, beban terberat pun sanggup terangkat.
“Kami sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya. Semoga ke depan semakin banyak aparat kepolisian yang mengabdi dengan sigap, tanggap, dan melayani masyarakat secepat kilat,” pungkas Idris.
Atas segala uluran tangan yang meringankan duka panti, doa-doa tulus kini terus mengalir dari mulut anak-anak dan pengurus Panti Asuhan Bima Sakti. Sebuah ungkapan syukur mendalam atas kebaikan yang ditabur, yang kini tumbuh menjadi berkah bagi sesama.
***
