PenaKu.ID – Dunia industri baja terguncang setelah dua pabrik baja terbesar di Iran resmi berhenti beroperasi. Penutupan ini terjadi menyusul serangan udara bertubi-tubi yang menargetkan infrastruktur vital negara tersebut.
Sebagai produsen baja terbesar ke-10 di dunia, lumpuhnya produksi Iran dipastikan akan mengganggu rantai pasok global.
Dampak Ekonomi dan Kerusakan Infrastruktur Baja
Pihak Khuzestan Steel Company menyatakan bahwa proses pemulihan unit produksi bisa memakan waktu hingga satu tahun.
Serangan ini diperkirakan menyebabkan kerugian miliaran dolar bagi ekonomi Iran. Mengingat baja adalah komoditas ekspor utama, penghentian ini akan memperburuk kondisi ekonomi domestik yang sudah tertekan sanksi Barat.
Ketegangan Regional yang Meluas Menyasar Baja
Konflik ini juga mulai merembet ke sektor lain, termasuk serangan terhadap pusat data cloud di wilayah sekitarnya.
Ketegangan antara Iran dengan AS dan Israel yang semakin meruncing membuat harga komoditas energi dan logam di pasar internasional mulai tidak stabil, memicu kekhawatiran akan krisis ekonomi yang lebih luas.**
