Peristiwa

Kebakaran Rumah di Lebakwangi Kabupaten Bandung, Dadang Supriatna Siapkan Evaluasi PLN

Kebakaran Rumah di Lebakwangi Kabupaten Bandung, Dadang Supriatna Siapkan Evaluasi PLN
Kebakaran Rumah di Lebakwangi Kabupaten Bandung, Dadang Supriatna Siapkan Evaluasi PLN

PenaKu.ID – Bupati Bandung Dadang Supriatna kembali turun langsung menemui warga yang terdampak musibah. Kali ini, Dadang Supriatna yang akrab disapa KDS mendatangi Desa Lebakwangi, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, setelah kebakaran melanda rumah warga pada Senin malam.

KDS mengatakan, dirinya segera berkomunikasi dengan Kepala Desa Lebakwangi setelah menerima laporan mengenai peristiwa tersebut. Pemerintah Kabupaten Bandung kemudian memastikan penanganan terhadap warga terdampak dilakukan bersama perangkat daerah dan unsur terkait.

“Saya ingin memastikan bahwa pemerintah daerah hadir ketika masyarakat mengalami kesulitan. Tentunya kita harus membantu mengurangi beban para korban,” ujar KDS saat meninjau lokasi, Senin (14/9/2026).

KDS Soroti Dugaan Korsleting Listrik

Peristiwa tersebut di Lebakwangi menjadi perhatian KDS karena dugaan penyebabnya kembali berkaitan dengan korsleting listrik. Persoalan serupa, kata dia, juga ditemukan dalam peristiwa tersebut yang terjadi di Pacet beberapa hari sebelumnya.

Dua kejadian tersebut mendorong KDS untuk merencanakan evaluasi instalasi listrik secara lebih menyeluruh. Ia berencana mengundang PLN bersama DPRD Kabupaten Bandung untuk membahas persoalan tersebut.

“Ini ada dua kasus, Pacet kemarin dan sekarang di sini. Mungkin saya akan mengundang PLN karena memang kabel itu ada yang sudah 20 tahun, 30 tahun, ada yang disambung-sambung, atau mungkin karena gigitan tikus dan sebagainya,” katanya.

Menurut KDS, pemeriksaan tidak seharusnya hanya dilakukan pada rumah atau titik yang mengalami kebakaran. Kondisi jaringan listrik secara lebih luas juga perlu dievaluasi sebagai bagian dari upaya mencegah kejadian serupa.

“Saya minta Ketua DPRD, kita sama-sama mengundang PLN untuk evaluasi secara menyeluruh, bukan hanya lokasi yang terkena saja,” ujarnya.

Bantuan Korban Kebakaran Disiapkan

Penanganan terhadap warga terdampak tidak berhenti pada peninjauan lokasi. Pemerintah Kabupaten Bandung menyiapkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan korban kebakaran.

KDS menyebutkan, tiga unit rumah akan diperbaiki melalui kolaborasi antara Pemkab Bandung, BAZNAS, dan pemerintah desa.

Untuk kebutuhan tempat tinggal sementara, BAZNAS Kabupaten Bandung akan memberikan bantuan selama tiga bulan.

Pola penanganan tersebut sebelumnya juga diterapkan Pemkab Bandung ketika kebakaran melanda Kampung Limus, Desa Maruyung, Kecamatan Pacet. Dalam kejadian itu, tujuh rumah terdampak dan lima di antaranya mengalami kerusakan parah.

BAZNAS saat itu menyiapkan biaya kontrakan selama tiga bulan bagi warga yang menjadi korban kebakaran.

Dalam penanganan kebakaran di Pacet tersebut, sebanyak 29 jiwa terdampak. Mereka terdiri atas 21 anak dan balita serta seorang lansia. Selain kebutuhan tempat tinggal, keberlangsungan pendidikan anak-anak turut menjadi perhatian.

42 Kebakaran Terjadi dalam Enam Hari

Kebakaran menjadi salah satu persoalan yang perlu diwaspadai di Kabupaten Bandung, terutama di tengah kondisi cuaca kering.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung mencatat sebanyak 42 kejadian kebakaran pada 1–6 September 2026. Mayoritas kejadian tersebut berlangsung di semak belukar, lahan kosong, kebun, dan tumpukan sampah.

Sehari setelah periode pencatatan tersebut, Pemkab Bandung juga meningkatkan kesiapsiagaan. Hal itu dilakukan setelah jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan sepanjang periode yang lebih luas mencapai 180 kejadian.

Kondisi tersebut membuat KDS meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, termasuk memastikan peralatan listrik di rumah berada dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan.

“Jangan meninggalkan rumah kalau masih ada stop kontak yang terpasang. Kalau bepergian, pastikan saklar listrik sudah dimatikan,” katanya.

KDS juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan risiko yang berasal dari instalasi listrik yang sudah lama maupun sambungan yang tidak memenuhi standar.

KDS Tekankan Pencegahan Kebakaran

Menurut KDS, penanganan bencana tidak semestinya hanya dilakukan setelah musibah terjadi. Upaya pencegahan perlu diperkuat agar kejadian serupa tidak terus berulang.

“Kita harus waspada. Apalagi kondisi sekarang kering atau kemarau panjang,” ujarnya.

KDS memastikan Pemkab Bandung akan terus berkoordinasi dengan BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, BAZNAS, pemerintah desa, serta unsur terkait lainnya untuk menangani warga yang terdampak.

Ia juga meminta para korban tetap tabah dalam menghadapi musibah. KDS memastikan pemerintah daerah akan terus mendampingi warga selama proses pemulihan.

“Ini sudah menjadi takdir. Tetap sabar dan semangat. Pemerintah daerah akan selalu hadir bersama masyarakat dalam kondisi kesulitan,” tutur KDS.**

Exit mobile version