PenaKu.ID – Puluhan relawan yang tergabung dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah Pajampangan, Kabupaten Sukabumi, memadati pusat Kota Sukabumi pada Rabu (24/6/2026).
Bersama ribuan warga lainnya, mereka melebur dalam aksi damai yang diinisiasi oleh Aliansi Masyarakat Peduli Makan Bergizi Gratis (MBG) Se-Sukabumi Raya.
Massa aksi yang kompak mengenakan pakaian serba putih tersebut melakukan long march dari Lapang Merdeka menuju Gedung DPRD Kota Sukabumi. Aksi jalan kaki ini digelar sebagai bentuk penyampaian aspirasi sekaligus penegasan komitmen masyarakat dalam mengawal keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah.
Pemilik (Owner) SPPG Cimanggu, Bambang Jatnika Baroy, menyatakan bahwa kehadiran pihaknya merupakan wujud dukungan nyata terhadap keberlangsungan program pemenuhan gizi nasional tersebut. Ia menekankan bahwa aksi berjalan tertib dan mengedepankan semangat silaturahmi antar-elemen masyarakat.
“Alhamdulillah, aksi berjalan lancar dan kondusif. Agenda hari ini sebenarnya lebih kepada ajang silaturahmi. Kami dari SPPG membawa serta para relawan, petani, hingga pelaku UMKM untuk menyatakan dukungan penuh terhadap program MBG pemerintah,” ujar Bambang kepada awak media di sela-sela aksi.
Dalam aksi tersebut, SPPG Cimanggu yang beroperasi di bawah naungan Yayasan Satria Prasada mengerahkan sedikitnya 33 orang delegasi. Keterwakilan tersebut terdiri dari 26 relawan, 3 orang tua murid, 2 pelaku UMKM selaku penyuplai, serta 1 petani lokal.
Bambang menjelaskan, pelibatan unsur petani dan pelaku UMKM ini menjadi bukti nyata bahwa program MBG tidak hanya berfokus pada perbaikan gizi generasi muda, melainkan juga efektif dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat di tingkat akar rumput.
Sejak resmi diluncurkan pada 23 Januari 2026, dapur SPPG Cimanggu tercatat telah melayani 2.263 Penerima Manfaat (PM). Menurut Bambang, respons masyarakat di wilayah Pajampangan khususnya di kawasan pelosok sangat antusias karena program ini dinilai sangat tepat sasaran bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.
Menyikapi adanya proses evaluasi terhadap program nasional ini, Bambang menegaskan bahwa pihak SPPG tidak mempersoalkannya, sepanjang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Pihaknya mendukung penuh upaya pemerintah dalam membenahi sistem penunjang program.
“Jika dalam perjalanannya terdapat beberapa kekurangan, hal itu wajar dan menjadi ruang untuk evaluasi. Pemerintah saat ini juga sedang menekankan perbaikan, mulai dari tata kelola hingga standarisasi peralatan. Intinya, kami mendukung penuh program MBG ini beserta seluruh upaya penyempurnaan sistemnya,” pungkas Bambang.
***
