PenaKu.ID – Pemuda Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Sukabumi Jawa Barat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga marwah ulama menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Majelis Ulama Indonesia (MUI). Masyarakat juga diimbau menolak segala bentuk fitnah dan politisasi yang dapat mengganggu jalannya forum tersebut.
Ketua Pemuda ICMI Kabupaten Sukabumi, Imam Noeril, menegaskan bahwa Musda MUI merupakan forum tertinggi organisasi di tingkat daerah untuk memperkuat peran ulama dalam membimbing umat. Oleh karena itu, ia meminta momentum ini dijauhkan dari kepentingan politik praktis.
“Musda MUI adalah momentum mempererat ukhuwah dan memperkuat peran ulama. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk ormas Islam, tokoh masyarakat, dan pemuda untuk bersama-sama menjaga marwah ulama serta menolak segala bentuk fitnah yang dapat mencederai kehormatan MUI,” ujar Imam dalam keterangan resminya kepada awak media, Minggu (19/7/2026).
Harapan Pemuda ICMI Kabupaten Sukabumi
Imam menilai, dinamika yang terjadi menjelang Musda merupakan hal wajar dalam sebuah organisasi. Namun, perbedaan pandangan politik atau figur sebaiknya disikapi dengan semangat musyawarah dan saling menghormati, bukan dengan menyebarkan informasi hoaks.
Sebagai rumah besar umat Islam, MUI dinilai memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam persoalan keumatan. Imam menegaskan, menjaga independensi dan kewibawaan MUI adalah tanggung jawab bersama.
“Jangan jadikan Musda sebagai arena pertarungan kepentingan. Siapa pun yang nanti terpilih merupakan hasil musyawarah yang harus dihormati bersama. Yang terpenting adalah menjaga persatuan masyarakat,” tambahnya.
Melalui imbauan ini, Pemuda ICMI berharap seluruh peserta Musda dan tokoh agama dapat mengedepankan sikap bijaksana serta tidak mudah terprovokasi. Pelaksanaan Musda MUI Kabupaten Sukabumi diharapkan berjalan aman, damai, dan melahirkan kepemimpinan yang mampu memperkuat peran MUI sebagai pemersatu umat.” pungkasnya.**
