PenaKu.ID – Memasuki libur akhir pekan, mencari destinasi yang tak sekadar indah namun juga mengedukasi menjadi prioritas bagi keluarga. Di ujung Selatan Sukabumi, tepatnya di kawasan Pajampangan, tersimpan harmoni alam yang menawarkan ketenangan sekaligus ilmu pengetahuan. Mulai dari menelusuri jejak sang penguasa samudra purba hingga menyaksikan siklus kehidupan penyu di pesisir yang asri.
Petualangan Menuju Ketenangan
Perjalanan dimulai dengan menyusuri jalur hijau dari Kota Sukabumi menuju arah Palabuhanratu, melintasi Kiaradua hingga tiba di Jampangkulon. Selama empat jam berkendara, mata Anda akan dimanjakan oleh permadani hijau perkebunan teh, tebing-tebing ngarai yang megah, serta rimbunnya pepohonan yang menyaring cahaya matahari menjadi bintik-bintik emas di sepanjang aspal yang mulus. Inilah pembuka petualangan yang menenangkan jiwa sebelum mencapai jantung Pajampangan.
Museum Megalodon: Menengok Masa Lalu di “Gerbang” Samudra
Destinasi pertama terletak di Desa Gunungsungging, Kecamatan Surade. Siapa sangka, di balik kesederhanaan desa ini berdiri Museum Megalodon pertama di Indonesia.
“Museum ini bukan sekadar bangunan, melainkan mesin waktu. Di sini tersimpan 524 fosil autentik, mulai dari gigi hiu purba Megalodon yang raksasa hingga fosil paus dari masa Miosen. Menyentuh sejarah di sini adalah cara terbaik mengajak anak-anak memahami bahwa jutaan tahun lalu, daratan ini adalah dasar samudra yang kaya.”
Keberadaannya yang langka hanya setara dengan museum di Peru, Inggris, dan Amerika menjadikan tempat ini magnet bagi dunia internasional namun tetap menyuguhkan suasana desa yang tentram dan bersahaja.

Pantai Pangumbahan: Surga Silika yang Berkilau
Melanjutkan perjalanan 18 kilometer dari Surade, kita akan disambut oleh deru ombak Pantai Pangumbahan. Pantai ini adalah definisi dari “surga tersembunyi”. Berbeda dengan pantai lainnya, Pangumbahan memiliki pasir silika putih bersih hasil pelapukan batuan tertua di Jawa Barat. Saat matahari menyentuh permukaannya, pasir ini akan berkilau layaknya hamparan berlian di tepi laut.
Tak hanya menawarkan visual yang estetik, pantai ini adalah rumah bagi konservasi penyu yang sangat aktif. Di sini, pengunjung diajak untuk:
Belajar Konservasi: Mengenal siklus hidup hewan bertempurung yang mulai langka.
Atraksi Alam: Jika beruntung, pada musim panas (Mei-Agustus), Anda bisa menyaksikan momen sakral penyu mendarat untuk bertelur di bawah naungan langit malam yang sunyi.
Pelepasan Tukik: Merasakan sensasi haru saat melepaskan anak-anak penyu (tukik) kembali ke pelukan samudra.
Tips Liburan Nyaman:
Bagi Anda yang ingin berkunjung, keramahan warga lokal siap menyambut Anda. Jangan ragu untuk bertegur sapa, karena petunjuk arah di sini seringkali datang bersama senyuman hangat penduduk Pajampangan.
Jika ingin melihat penyu bertelur, disarankan hadir antara pukul 19.00 hingga dini hari dengan tetap menjaga keheningan. Karena di sini, alam adalah tuan rumah, dan kita adalah tamu yang menghargai ketenangannya.
Edukasi, ketenangan, dan keindahan alam yang asri menyatu sempurna di Pajampangan. Libur akhir pekan ini bukan hanya tentang bersenang-senang, tapi tentang pulang membawa cerita baru dari masa purba dan cinta untuk alam semesta.
“Selamat berlibur di Selatan Sukabumi!”
***





