PenaKu.ID – Pembangunan Kampus Nusa Putra baru di lingkungan RW 1, Kampung Bakti, Desa Cimahi, Kecamatan Cantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, memicu keresahan warga. Hal ini menyusul berdirinya sebuah crane berkapasitas 50 ton dengan panjang lengan mencapai 74 meter di sekitar permukiman.
Kehadiran alat berat dalam proyek pembangunan Kampus Nusa Putra tersebut menimbulkan kekhawatiran warga terkait potensi dampak yang bisa terjadi, terutama menyangkut aspek keselamatan lingkungan.
Untuk merespons situasi tersebut, warga bersama pihak Kampus Nusa Putra menggelar pertemuan pada Sabtu (malam) pukul 19.30 WIB. Pertemuan berlangsung di kediaman Wahyu, salah satu tokoh masyarakat setempat.
Pihak Nusa Putra diwakili oleh Zaenal selaku humas dan Nugroho dari tim teknis. Sementara dari pihak warga, hadir Ketua RW 1 Ade Suherdi, para ketua RT, tokoh masyarakat, pemuda karang taruna, serta warga sekitar.
Tuntutan Warga terhadap Pihak Kampus Nusa Putra
Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan sejumlah tuntutan, terutama terkait kompensasi bagi masyarakat yang terdampak langsung serta kejelasan izin pendirian crane tersebut. Warga juga menyayangkan tidak adanya sosialisasi awal dari pihak Nusa Putra sebelum alat berat itu didirikan.
Selain itu, warga mengungkapkan kekhawatiran terhadap kemungkinan risiko yang dapat terjadi di kemudian hari.
Menanggapi hal tersebut, pihak teknis memberikan penjelasan rinci mengenai standar keamanan crane yang digunakan dalam proyek pembangunan kampus tersebut.
Hasil pertemuan menyepakati bahwa pihak Nusa Putra akan memberikan kompensasi kepada warga terdampak serta menyampaikan pernyataan tertulis terkait tanggung jawab apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Warga berharap pihak Nusa Putra dapat konsisten dan bertanggung jawab terhadap kesepakatan yang telah dicapai, termasuk merealisasikan kompensasi dalam waktu dekat.** (Budy B)











