PenaKu.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (14/9/2026), dengan pelemahan tipis. IHSG berakhir di level 6.534,693, turun 6,68 poin atau 0,10 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Informasi dihimpun, pergerakan indeks sepanjang perdagangan berlangsung sangat volatil. IHSG sempat tertekan lebih dari 2 persen dan menyentuh kisaran 6.377 sebelum akhirnya memangkas sebagian besar kerugiannya menjelang penutupan.
IHSG Sempat Tertekan Lebih dari 2 Persen
Pada perdagangan sesi pertama, IHSG berada di level 6.429,88 atau melemah 1,70 persen. Tekanan jual terlihat dari dominasi saham yang bergerak di zona merah.
Tercatat sebanyak 542 saham mengalami penurunan. Sementara itu, 153 saham menguat dan 268 saham lainnya bergerak stagnan.
Memasuki sesi kedua, tekanan terhadap IHSG masih berlanjut. Indeks bahkan sempat turun hingga sekitar level 6.377 sebelum kemudian berbalik arah.
Sentimen Berubah Setelah Pergantian Menteri Keuangan
Perubahan arah pergerakan indeks terjadi setelah Presiden Prabowo Subianto mengganti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan yang baru.
Suahasil, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan, dilantik pada Senin. Pergantian tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena investor tengah mencermati arah kebijakan fiskal serta kondisi perekonomian nasional.
Setelah pelantikan Suahasil, tekanan terhadap IHSG mulai mereda. Indeks bahkan sempat naik ke kisaran 6.550 dan berbalik menguat tipis secara intraday.
Namun, penguatan itu tidak bertahan hingga akhir perdagangan. IHSG kembali masuk zona merah dan ditutup turun 0,10 persen.
Sembilan Sektor Saham Berakhir Melemah
Tekanan di pasar saham juga tercermin dari kinerja sektoral. Sebanyak sembilan sektor saham mencatatkan pelemahan pada perdagangan Senin.
Sektor kesehatan menjadi kelompok dengan penurunan paling dalam, yakni sekitar 2,95 persen.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar juga masih berada di bawah tekanan. Saham Bayan Resources (BYAN), misalnya, sempat terkoreksi lebih dari 11 persen pada sesi pertama sehingga turut membebani pergerakan IHSG.
Saham Merdeka Gold Resources (EMAS) juga mengalami tekanan di tengah tingginya volatilitas pasar.
Nilai Transaksi Capai Rp17,9 Triliun
Di tengah pergerakan indeks yang bergejolak, aktivitas perdagangan saham tetap tinggi.
Nilai transaksi saham pada Senin tercatat sekitar Rp17,9 triliun. Sementara volume perdagangan mencapai sekitar 34,9 miliar saham dengan jumlah transaksi lebih dari 2,1 juta kali.
Pada penutupan perdagangan, sebanyak 219 saham tercatat menguat, 249 saham melemah, sedangkan 141 saham tidak mengalami perubahan.
Adapun kapitalisasi pasar BEI berada di kisaran Rp11.396 triliun.
Investor Asing Masih Jadi Sorotan
Selain pergerakan saham-saham utama, pelaku pasar masih mencermati arus dana investor asing di pasar domestik.
Pada perdagangan pekan sebelumnya, 7-11 September 2026, investor asing mencatatkan penjualan bersih atau net sell sekitar Rp3,36 triliun.
Tekanan dari investor asing juga terlihat pada perdagangan Kamis (10/9/2026). Saat itu, investor asing membukukan net sell sekitar Rp1,95 triliun. Pada hari yang sama, IHSG merosot 1,33 persen ke level 6.589,34.
Pergerakan dana asing pun menjadi salah satu faktor yang masih akan diperhatikan investor dalam perdagangan saham berikutnya.
Pasar Menunggu Arah Kebijakan Fiskal
Pemulihan IHSG dari titik terendah perdagangan menunjukkan bahwa pasar merespons perkembangan politik dan ekonomi dengan cepat. Kendati demikian, rebound tersebut belum cukup membawa indeks kembali ke zona positif hingga perdagangan berakhir.
Pergantian Menteri Keuangan menjadi salah satu sentimen utama yang berpotensi terus memengaruhi pasar dalam beberapa hari ke depan. Investor akan mencermati langkah Suahasil Nazara dalam menjalankan kebijakan fiskal, termasuk upaya pemerintah menjaga kredibilitas serta kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Suahasil memiliki pengalaman panjang di Kementerian Keuangan. Ia juga menyatakan komitmennya untuk menjaga defisit fiskal tetap di bawah batas 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Dengan penutupan di level 6.534,693, perdagangan Senin memperlihatkan tingginya sensitivitas pasar terhadap perubahan kebijakan ekonomi.
Selanjutnya, pelaku pasar akan mencermati arah IHSG, pergerakan nilai tukar rupiah, arus dana asing, serta perkembangan saham-saham berkapitalisasi besar yang memiliki pengaruh terhadap pergerakan indeks.** (tds)









