Peristiwa

Hujan Deras Picu Longsor di Desa Tajur Citeureup, Akses Warga Terhambat

Hujan Deras Picu Longsor di Desa Tajur Citeureup, Akses Warga Terhambat
Peninjauan Muspika Kecamatan dan Pemerintah Desa Lokasi Longsor 3 Titik di Kampung Leuwi Bilik dan Kampung Parungponteng Desa Tajur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. (Foto:Riyan/PenaKu .ID).

PenaKu.ID – Intensitas curah hujan yang tinggi menyebabkan bencana tanah longsor di wilayah Desa Tajur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor pada Rabu malam (11/2/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. 

Longsor terjadi di tiga titik berbeda, dengan dampak paling signifikan berada di Kampung Leuwi Bilik dan Kampung Parungponteng yang menutup akses jalan desa.

Menanggapi kejadian tersebut, jajaran Muspika Kecamatan Citeureup, Pemerintah Desa (Pemdes) Tajur, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Infrastruktur Jalan dan Jembatan Wilayah Cileungsi, serta Bhabinkamtibmas terjun langsung meninjau lokasi pada Kamis siang (12/2/2026).

Upaya Evakuasi dan Kendala Dilapangan Longsor di Desa Tajur Citeureup

Plt Camat Citeureup, Aris Nurjatmiko, menjelaskan bahwa dari tiga titik longsor yang ada, satu titik merupakan longsor skala besar yang menutup total akses kendaraan, sementara dua titik lainnya berskala kecil dan masih bisa dilalui motor.

“Kami sudah laksanakan evakuasi material longsoran yang menutupi jalan desa. Saat ini masih menggunakan cara manual, namun karena material cukup berat, kami sedang menunggu alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum agar akses warga kembali normal,” ujar Aris.

Senada dengan Camat, Kepala Desa Tajur, Ade Safrudin, mengonfirmasi bahwa kondisi tanah yang labil di tebing sekitar jalan menjadi pemicu utama longsor saat hujan lebat mengguyur wilayah tersebut. 

“Karena memang curah hujan yang cukup lebat, akhirnya ada beberapa tebing yang memang tanahnya labil, turun ke jalan, menutupi area jalan, akses untuk RW 07,” papar Kades Tajur.

Menunggu Alat Berat dari UPT Cileungsi 

Atas kejadian tersebut Pemerintah Desa Tajur, langsung mengatasi dan meninjau langsung ke tiga titik lokasi longsor di wilayahnya. Kades menyebutkan telah koordinasi dengan BPBD dan PUPR telah dilakukan sejak Rabu sore untuk memastikan penanganan yang cepat.

“Mudah-mudahan bisa segera diatasi, karena memang untuk penyelesaiannya atau perapian ini tidak bisa manual, harus menggunakan alat berat,” ucap Ade Safrudin.

“Jadi sampai hari ini kami masih menunggu alat berat dari PUPR datang ke lokasi untuk menormalisasi lagi jalan akses ke RW 07,” tambahnya.

Dukungan Alat Berat dari UPT Cileungsi

Kepala UPT Cileungsi, Pak Entus, yang juga berada di lokasi, memastikan bantuan alat berat berupa backhoe akan segera tiba.

“Intinya kita membantu penanganannya. Saat ini pakai alat manual dulu, sambil menunggu alat berat (backhoe) diturunkan sore ini untuk mempercepat pembersihan material,” ungkapnya.

Meski tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini, aktivitas warga di RW 07 Desa Tajur sempat terganggu akibat timbunan tanah yang menutupi badan jalan. 

Warga dihimbau untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Bogor.***

Exit mobile version