PenaKu.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor resmi memutuskan untuk menunda pembangunan hotel asrama haji dan umrah yang semula direncanakan mulai berjalan pada tahun 2026.
Penundaan ini dilakukan guna memastikan kualitas bangunan dan kepatuhan terhadap prosedur administrasi.
Kepala Dinas Perumahan Kawasan dan Pemukiman (DPKP) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto, mengonfirmasi bahwa proyek strategis yang berlokasi di kawasan Masjid Raya Nurul Wathon, Cibinong ini akan dijadwalkan ulang pada tahun anggaran 2027.
Ikuti Arahan KPK: Jangan Dipaksakan
Keputusan penundaan ini bukan tanpa alasan. Eko menjelaskan bahwa langkah ini diambil setelah melakukan konsultasi dan ekspose bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Berdasarkan perhitungan teknis, sisa waktu pelaksanaan di tahun 2026 dianggap terlalu berisiko.
“Sesuai arahan KPK, jika waktu pelaksanaan terlalu mepet, sebaiknya jangan dipaksakan. Setelah dihitung, sisa waktu pelaksanaan pembangunan itu hanya enam bulan,” ujar Eko, Senin (30/3/2026).
Eko menambahkan, durasi enam bulan tersebut merupakan skenario terbaik jika proses lelang berjalan mulus. Namun, jika terjadi kendala seperti sanggahan dalam proses lelang, maka waktu efektif pembangunan akan semakin tergerus dan berpotensi menimbulkan masalah hukum atau kegagalan konstruksi di kemudian hari.
Rencana Lelang Dini di 2027
Proyek yang menelan anggaran fantastis sebesar Rp142 miliar ini dipastikan akan menjadi prioritas di tahun mendatang. Pemkab Bogor berencana menerapkan skema lelang dini agar pengerjaan fisik bisa dimulai sejak awal tahun.
“Agar waktunya lebih leluasa, kita undur ke tahun depan. Rencananya kita lakukan lelang dini, sehingga Januari 2027 sudah bisa ready pelaksanaan di lapangan,” tegas Eko.
Kelanjutan Kawasan Masjid Raya Nurul Wathon
Pembangunan hotel asrama haji ini merupakan bagian dari pengembangan kawasan religi di Kabupaten Bogor. Sebagai informasi, Pemkab Bogor saat ini tengah fokus merampungkan pembangunan Masjid Raya Nurul Wathon yang ditargetkan selesai pada tahun 2025.
Dengan pengunduran ini, diharapkan fasilitas hotel asrama haji dan umrah nantinya dapat terbangun dengan standar kualitas yang maksimal tanpa terburu-buru oleh tenggat waktu yang sempit.***
