PenaRagam
Trending

Hari Air Se-Dunia Ke-29; Stunting Masih Jadi Persoalan

Penaku.ID – Hari Air se-dunia yang jatuh tepat hari ini, 22 maret 2021 diperingati oleh masyarakat di penjuru dunia termasuk di Indonesia. Di Indonesia peringatan Hari Air se-dunia yang ke-29 ini ternyata masih menyimpan beberapa persoalan yang masih belum terpecahkan.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr. (HC), dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG mengatakan stunting menjadi ploblem yang mendasar.

Menurutnya, alasan-alasan tak logis bukannya dapat menuntaskan masalah ini melainkan akan terus berkutat pada masalah yang sama.

Ia mencontohkan adanya Program Penyedia Air Minum Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) semestinya bisa dimanfaatkan, jangan muncul ungkapan [karena airnya dari makam dan harus bayar].

“Urusan stunting dan difabel ini harus ada edukasi dari kepala desa dan kabupaten maupun kota serta provinsi agar hidup sehat,” ujar Hasto saat mengikuti peringatan Hari Air Se-Dunia di Bendungan Sindangheula Kabuapten Serang Banten, Senin (22/3).

Selain itu, Hasto berpesan kepada warga Banten agar meminimalisir kehamilan dengan mengikuti program keluarga berencana di daerahnya.

“Jangam terlalu sering hamil dan jangan terlalu hamil tua dan dijaga anak-anaknya,” pinta Hasto.

Lanjut Hasto, pihaknya telah memiliki target sebesar 14 persen angka stunting harus turun sesuai arahan Presiden Joko Widododo. Di banten ini, kata hasto,  angka stunting ada di kisaran 24 persen.

“Kalau di Banten ini ada 24 persen, artinya di bawah rata-rata nasional. Dan ada pun di nasional 27 persen. Untuk menuju 14 persen sama-sama berjuang keras,” ujarnya.

Baca Juga:

Di tempat yang sama Menteri Koordinator Bidang pembangunan Manusia dan kebudayaan Republik Indonesia Prof. Dr. Muhadjir Effendy mengatakan persoalan stunting menjadi tanggung jawab besar bagi pemerintah daerah kota dan kabupaten serta provinsi.

Sementara Wakil Gerbernur Banten Andika Azrumi mengungkapkan air bersih harus masif terfasilitasi bagi semua warga Banten agar permasalahan stunting mampu ditekan.

“Betul kita harus kerja sama antara kota kabupaten dan pusat agar sama-sama menghindari peningkatan stanting di Banten ini supaya merendah,” kata Andhika Azrumi.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menambahkan permasalahan stunting di Kabupaten Serang perlu sinergitas antar semua lembaga pemerintah dan masyarakat.

“Warga yang terdampak stunting ini harus dibina dengan Dinas Sosial dan kita sebagai pemerintahan kabupaten harus cepat tanggap terkait penanggulangan stanting ini,” kata Ratu.

Adapun penyuluhan ibu hamil dan edukasi ke perempuan, lanjut Ratu, harus dikordinasi dengan dinas terkait agar tingkat ibu-ibu hamil dapat ditekan. Selain itu juga agar ibu hamil memiliki asupan gizi yang cukup.

“Konsumsi makanan harus kita bekali ke ibu-ibu hamil agar menjaga pola makan untuk mengurangi stanting di Kabupaten Serang,” kata Ratu.

Kepala Dinas  Kesehatam (Dinkes) Kabupaten serang Agus sukmayadi mengatakan bahwa pencatatan pelaporan gizi berbasis masyarakat bakal terus konsisten dilakukannya.

“Apakah gizi masyarakat ini buruk atau kurang, inilah tugas kita sebagai Dinas Kesehatan,” ujar Agus.

Merujuk pada data, agus mencatat dari 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Serang yang mengalami angka tinggi kasus stunting di antaranya Kecamatan Pulo Ampel, Waringin Kurung, Bandung, Pematang, Pamaran. “Ini data di tahun tahun 2020,” kata Agus.

Reprter: ASR

Penulis: Ashar

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button