Ekonomi

Harga Minyak Anjlok: Dampak Gencatan Senjata di Selat Hormuz yang Masih Rapuh

Harga Minyak Anjlok: Dampak Gencatan Senjata di Selat Hormuz yang Masih Rapuh
Harga Minyak Anjlok: Dampak Gencatan Senjata di Selat Hormuz yang Masih Rapuh/(instagram)

PenaKu.ID – Pasar energi global bereaksi cepat setelah Iran mengumumkan pembukaan Selat Hormuz bagi kapal komersial selama masa gencatan senjata.

Berdasarkan data MarineTraffic pada hari Sabtu, sejumlah kapal tanker mulai melintasi jalur tersebut. Dampaknya instan; harga minyak dunia merosot hampir 10%, meski para analis memperingatkan bahwa stabilitas harga ini mungkin hanya bersifat sementara.

Klaim Sepihak Harga Minyak di Balik Jalur Logistik

Donald Trump menyatakan bahwa Iran telah “setuju pada segalanya,” sebuah pernyataan yang langsung memicu reaksi skeptis dari Teheran.

Perbedaan narasi antara kedua belah pihak menunjukkan bahwa meski jalur fisik telah dibuka, jalur diplomasi masih penuh dengan hambatan. Trump tetap pada pendiriannya untuk tidak mencabut blokade pelabuhan sebelum transaksi perdamaian final.

Risiko Ketidakpastian Harga Minyak di Masa Depan

Para pakar memperingatkan bahwa fluktuasi harga minyak akan terus menghantui pasar selama belum ada hitam di atas putih yang permanen. Iran secara tegas menyatakan bahwa keterbukaan Selat Hormuz adalah komitmen bersyarat.

Jika blokade AS terus berlanjut, akses energi dunia melalui jalur ini bisa kembali tertutup sewaktu-waktu, memicu krisis yang lebih luas.**

Exit mobile version