PenaKu.IID -Matahari di langit Kota Sukabumi pagi itu seolah menjadi saksi bisu sebuah momen yang menggetarkan jiwa. Di atas lapangan SMA Negeri 2 (SMANDA) Kota Sukabumi, ribuan siswa berkumpul. Namun, suasana kali ini berbeda. Bukan keriuhan sorak sorai yang terdengar, melainkan isak tangis syukur yang pecah saat dahi mereka menyentuh bumi.
Sebanyak 95 siswa SMANDA baru saja mengukir sejarah. Mereka dinyatakan lolos ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) Tahun Ajaran 2025-2026. Angka ini bukan sekadar statistik; ini adalah buah dari doa yang tak putus dan kerja keras yang melampaui batas.
Puncak Prestasi di Tanah Pasundan
Capaian tahun ini membawa SMANDA melesat jauh. Dari 200 lulusan, hampir separuhnya berhasil menembus gerbang kampus impian. Lonjakan ini terasa begitu dramatis jika dibandingkan tahun lalu yang “hanya” mencatatkan 67 siswa.
“Di tingkat nasional, Alhamdulillah kita berada di urutan ketiga. Ini lonjakan yang sangat luar biasa. Prestasi ini menempatkan kita di peringkat pertama se-Jawa Barat,” kata Staf Humas SMAN 2 Kota Sukabumi, Andriansyah, dengan suara yang bergetar bangga, saat di wawancara PenaKu.ID, Senin (6/4/2026).
Racikan Kasih dan Pendampingan
Keberhasilan ini tidak turun begitu saja dari langit. Di balik sujud syukur tersebut, ada “racikan” kasih sayang dari para pendidik. Sejak menginjakkan kaki di kelas X, para siswa tidak dibiarkan berjuang sendiri. Guru Bimbingan Konseling (BK) menjadi jembatan antara ambisi siswa dan restu orang tua.
“Kami dampingi mereka sejak awal. Kami tanya mimpi mereka, mau ke universitas mana? Orang tua pun kami panggil agar seirama,” tambah Andriansyah. Pendekatan humanis ini memastikan tidak ada siswa yang merasa dipaksa, melainkan didorong sesuai minat dan peluang yang ada.
Gerbang Masa Depan yang Terbuka
Kini, nama-nama mereka telah tercatat di deretan kampus bergengsi. Mulai dari Universitas Indonesia (UI), IPB University, hingga Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Universitas Diponegoro.
Di tengah lapangan yang mulai mendingin, para siswa bangkit dari sujudnya dengan mata sembab. Bagi mereka, ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang membawa nama harum Sukabumi ke kancah nasional.
SMANDA Kota Sukabumi telah membuktikan bahwa dengan kerja keras yang terukur dan sujud yang tulus, mimpi setinggi langit pun bisa diraih dengan kaki yang tetap membumi.
***
