PenaKu.ID – Fenomena langit malam sepanjang Mei 2026 akan dipenuhi ragam fenomena astronomi yang dapat diamati dari Indonesia. Mulai dari fase bulan purnama, hujan meteor, hingga kemunculan Blue Moon, seluruhnya diprediksi terjadi dalam satu siklus bulan yang sama.
Informasi dihimpun, fenomena langit ini berlangsung dari awal hingga akhir bulan dan sebagian besar bisa disaksikan tanpa alat bantu seperti teleskop, selama kondisi langit cerah serta minim polusi cahaya.
Pada awal Mei, tepatnya 2 Mei 2026, terjadi fase bulan purnama yang dikenal sebagai Flower Moon. Dalam fase ini, Bulan berada pada posisi berseberangan dengan Matahari sehingga tampak bulat penuh dan memancarkan cahaya terang sepanjang malam. Momen tersebut menjadi waktu ideal untuk menikmati pemandangan langit, terutama saat Bulan mulai terbit di ufuk timur.
Memasuki pekan pertama, hujan meteor Eta Aquarid mencapai puncaknya pada 6 hingga 7 Mei. Fenomena langit ini berasal dari sisa partikel Komet Halley yang terbakar saat memasuki atmosfer Bumi. Dalam kondisi langit yang optimal, pengamat berpeluang melihat puluhan meteor per jam, khususnya menjelang waktu fajar.
Fenomena Langit di Pertengahan hingga akhir Mei
Selanjutnya, pertengahan bulan ditandai dengan fase Bulan baru yang terjadi pada 17 Mei 2026. Pada fase ini, Bulan tidak tampak dari Bumi karena posisinya sejajar dengan Matahari. Meski demikian, beberapa hari sebelum dan sesudah fase ini, fenomena earthshine dapat diamati sebagai cahaya redup di bagian gelap Bulan, hasil pantulan cahaya Matahari dari Bumi.
Menjelang akhir bulan, tepatnya 31 Mei 2026, akan terjadi fenomena Blue Moon, yakni bulan purnama kedua dalam satu bulan kalender. Peristiwa ini tergolong jarang terjadi. Pada saat yang sama, Bulan berada di titik terjauh dari Bumi sehingga ukurannya terlihat sedikit lebih kecil dibandingkan purnama biasanya.
Selain itu, sepanjang Mei, sejumlah planet terang seperti Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus juga diperkirakan akan tampak menghiasi langit pada waktu-waktu tertentu, termasuk saat mengalami konjungsi dengan Bulan.
Pengamat disarankan untuk memilih lokasi yang jauh dari cahaya perkotaan dan memperhatikan waktu terbaik setiap fenomena, terutama dini hari untuk menyaksikan hujan meteor. Dengan kondisi yang mendukung, rangkaian peristiwa langit ini dapat dinikmati secara langsung tanpa peralatan khusus.
Rangkaian fenomena astronomi selama Mei 2026 menjadi peluang bagi masyarakat untuk menyaksikan keindahan langit sekaligus memahami dinamika tata surya yang berlangsung secara berkala.** (tds)
