Eksistensi Seni Budaya Kab Bandung Diharapkan Mampu Berkembang

Plh Sekda Kab. Bandung, H. A. Tisna Umaran, saat diwawancarai.

PenaKu.ID – Kehadiran seni budaya lokal dipandang perlu dipelihara keberlangsungan dan perkembangannya dalam setiap zaman, guna melahirkan generasi-generasi penerus di masa yang akan datang agar mampu mempertahankan ekosistem seni dan budaya tersebut.

Di acara Gebyar Budaya tahun 2020 Plh Sekda Kabupaten Bandung, H. A. Tisna Umaran, mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk karya kreatif inovasi putera daerah dalam menampilkan kebudayaan agar bisa lebih indah dan bagus saat ditampilkan.

Penyajian kreativitas budaya tersebut, dikemukakan Tisna, merupakan penyelarasan kebudayaan disesuaikan dengan perkembangan jaman. Kendala dalam perkembangannya berkaitan dengan pandemi Covid-19, sehingga ruang gerak pelaku seni budaya agak terbatas.

“Mudah-mudahan tahun 2021 nanti, pandemi Covid-19 bisa berakhir, agar perkembangan budaya daerah bisa lebih signifikan,” katanya usai memberi sambutan di Dome Balerame, Minggu (16/8/2020).

Tisna merasa bangga dengan kreativitas putera daerah yang selalu berimprovisasi dengan menciptakan kreasi gerak yang harmonis selaras dengan perkembangan jaman. Malah Jakarta kalau tidak terhalang pandemi, meminta kepada Pemkab Bandung meminta 100 (seratus) orang penari dari Kabupaten Bandung.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), H. Yosep Nugraha, menambahkan, kalau perkembangan seni budaya di Kabupaten Bandung akan terus berkembang dan bisa dilestarikan sesuai dengam harapan.

Dia merasa optimis bahwa seni budaya di Kabupaten Bandung bisa mengikuti alur keselarasan jaman dengam berbagai kreasi-kreasi yang ditampilkan. Dan bisa menumbuhkan rasa cinta masyarakat untuk bersama-sama mrngembangkan kebudayaan sendiri.

“Seni Budaya itu bukan milik Pemkab Bandung melainkan milik kita bersama. Kita semua berkewajiban untuk menjaga dan melestarikannya agar bisa berkembang dengan baik,” ujar Yosep.

Disebutkan Yosep, siapa lagi yang akan “Ngamumule” budaya daerah kalau bukan masyarakat dan Pemerintah. Jadi marilah bersama-sama melestarikan budaya agar tetap lestari keberadaannya.



(Alfatah/PenaKu)

Leave a Reply

Your email address will not be published.