PenaKu.ID – Rencana negosiasi damai yang dijadwalkan pada Senin di Pakistan terancam gagal sebelum dimulai. Meskipun Gedung Putih telah mengutus JD Vance untuk memimpin delegasi, pihak Teheran melalui media resminya menyatakan enggan untuk duduk di meja perundingan.
Penolakan ini dipicu oleh aksi penangkapan kapal tanker Iran oleh Angkatan Laut Amerika Serikat yang baru saja terjadi, yang dianggap Iran sebagai bentuk provokasi di tengah upaya gencatan senjata.
Kebuntuan Diplomasi di Pakistan
Penangkapan kapal tersebut berlangsung dramatis. Donald Trump menjelaskan bahwa kapal tersebut mencoba menembus blokade AS sebelum akhirnya dilumpuhkan dengan serangan tepat sasaran di bagian mesin.
Langkah tegas ini diambil sebagai respon atas laporan serangan terhadap kapal komersial di Selat Hormuz pada hari Sabtu. Trump menuduh Iran sengaja mengganggu arus perdagangan global, sebuah klaim yang dibantah keras oleh pihak Teheran.
Diplomasi Pakistan Tidak Meredakan Perebutan Kendali Jalur Selat Hormuz
Perang urat syaraf mengenai pembukaan Selat Hormuz terus berlanjut. Setelah Menteri Luar Negeri Iran sempat menyatakan akan membuka jalur tersebut pada Jumat, Trump justru menegaskan bahwa blokade akan tetap berlaku hingga kesepakatan final ditandatangani.
Ketidakpastian ini membuat harga komoditas global dibayangi kekhawatiran, terutama dengan ancaman Trump yang siap menargetkan situs energi primer Iran jika jalur diplomasi benar-benar tertutup.**







