PenaKu.ID – Kasus dugaan kekerasan terhadap anak kembali terjadi di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Seorang bocah laki-laki berusia lima tahun diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan ayah kandungnya di Kecamatan Cipongkor.
Peristiwa tersebut kini ditangani Satreskrim Polres Cimahi. Terduga pelaku telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolres Cimahi AKBP M. Faruk Rozi membenarkan bahwa terduga pelaku telah diamankan pada Kamis (30/7/2026) sore.
“Terduga pelaku sudah kami amankan juga,” kata Faruk saat dikonfirmasi.
Dugaan Kekerasan Dipicu Anak Menolak Berpisah dari Ibunya
Ibu korban mengaku masih syok atas peristiwa yang menimpa buah hati semata wayangnya. Menurutnya, dugaan penganiayaan terjadi pada Minggu (26/7/2026).
“Itu anak saya satu-satunya. Kejadiannya hari Minggu lalu,” ujarnya saat ditemui di kediamannya di Kecamatan Cipongkor, Sabtu (1/8/2026).
Rika menjelaskan bahwa dirinya telah berpisah dengan mantan suaminya. Meski demikian, selama ini sang buah hati mereka tinggal bersama sang ayah.
Ia menuturkan, sebelum kejadian, putranya berada di rumah nenek dari pihak ibu. Ketika hendak diajak kembali oleh ayahnya, sang buah hati menolak pulang.
“Kita sudah pisah, cuma anak tinggal di sana. Waktu itu anak saya dibawa ke rumah mamah saya. Pas mau dibawa pulang lagi sama bapaknya, dia tidak mau pulang. Dipaksa, tapi tetap tidak mau,” tuturnya.
Korban Diduga Mengalami Luka di Beberapa Bagian Tubuh
Berdasarkan keterangan saksi yang diterima ibu korban, tak lama setelah kejadian tersebut sang buah hati diduga mengalami kekerasan fisik.
Sang ibu mengatakan putranya diduga dipukul dan dijambak hingga mengalami luka di sejumlah bagian tubuh. Ia juga menyebut hidung korban sempat mengeluarkan darah akibat pukulan yang diterima.
“Anak saya dipukul dan disiksa. Darah keluar dari hidung. Luka juga ada di pipi kanan-kiri dan paha kanan,” katanya.
Meski demikian, kondisi korban kini berangsur membaik. Ia mengungkapkan anaknya telah kembali beraktivitas dan mulai menunjukkan keceriaan, meski masih dalam tahap pemulihan.
“Alhamdulillah sekarang sudah ceria lagi. Kelihatannya baik-baik saja,” ungkapnya.
Polisi Dalami Motif dan Video Dugaan Kekerasan yang Viral
Kapolres Cimahi AKBP M. Faruk Rozi mengatakan penyidik masih mendalami motif dugaan penganiayaan tersebut, termasuk alasan terduga pelaku merekam aksi yang videonya kemudian beredar di media sosial.
Menurut Faruk, sebelum diamankan, terduga pelaku sempat disembunyikan keluarganya dan diduga berupaya melarikan diri.
“Saat ini masih diperiksa terkait motif dan keterangan lainnya. Nanti akan kami sampaikan perkembangannya,” tandasnya.
Kasus ini kembali menjadi perhatian mengenai pentingnya perlindungan anak, terutama dalam situasi setelah perceraian orang tua. Anak berhak memperoleh rasa aman, perlindungan, dan pengasuhan yang bebas dari segala bentuk kekerasan.
Hingga kini, Satreskrim Polres Cimahi masih melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap seluruh fakta dalam perkara tersebut serta memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.**
