Ekonomi

Dedi Mulyadi Targetkan 2 Calon Manajer Industri per Kecamatan untuk Tuntaskan Pengangguran di Jawa Barat 

Dedi Mulyadi Targetkan 2 Calon Manajer Industri per Kecamatan untuk Tuntaskan Pengangguran di Jawa Barat 
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Riyan/PenaKu.ID).

PenaKu.ID – Dedi Mulyadi mengungkapkan strategi baru untuk mengatasi persoalan pengangguran yang masih tinggi di wilayah Jawa Barat. 

Menurutnya, salah satu penyebab utama ketimpangan lapangan kerja adalah pemusatan investasi yang hanya bertumpu pada daerah-daerah industri tertentu seperti Bekasi, Karawang, Subang, Purwakarta, dan Indramayu.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai, besarnya nilai investasi di wilayah tersebut belum memberikan dampak ekonomi yang merata bagi masyarakat di luar area industri. 

Strategi Dedi Mulyadi Atasi Pengangguran: Program Kirimkan 2 Anak Terbaik Setiap Kecamatan Tuk Dididik di Sekolah Industri 

Menurutnya, untuk menjembatani hal tersebut, ia menginisiasi program beasiswa khusus bagi anak-anak muda dari berbagai pelosok Jawa Barat.

“Solusinya adalah memperkuat pendidikan bagi anak-anak yang tinggal di luar area investasi industri. Tahun ini, kita mulai memberikan banyak beasiswa untuk menyekolahkan anak-anak dari berbagai wilayah di Jawa Barat ke sekolah-sekolah unggulan di Bekasi,” ujar Dedi Mulyadi saat pidato di Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat, Senin (11/5/2026).

Program ini ditargetkan mampu mencetak “Kelas Menengah Baru” dengan mengirimkan minimal dua anak terbaik dari setiap kecamatan untuk dididik di sekolah industri.

Target 1.200 Calon Manajer

Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa target jangka panjang dari program ini akan mulai terasa dalam 5 hingga 10 tahun ke depan. Ia memproyeksikan ada sekitar 1.200 anak Jawa Barat yang akan mendapatkan beasiswa sekolah manajer.

“Targetnya, mereka akan menempuh pendidikan di SMK, lalu melanjutkan ke jenjang Diploma 2 atau Diploma 3. Setelah lulus, mereka dipersiapkan untuk mengisi posisi kelas menengah atau manajerial di perusahaan-perusahaan besar,” tambahnya.

Membangun Efek Domino Kesejahteraan Bagi Seluruh Masyarakat 

Lebih lanjut, Dedi meyakini bahwa dengan menempatkan putra daerah di posisi strategis dalam perusahaan, hal itu akan menciptakan efek domino bagi penyerapan tenaga kerja di tingkat lokal.

“Jika mereka sudah sukses menjadi manajer atau berada di posisi kelas menengah di perusahaan, nantinya mereka bisa membawa teman-teman sekampungnya untuk bekerja di sana. Ini adalah cara kita mendistribusikan kesejahteraan secara lebih luas,” pungkasnya.

Dengan langkah ini, diharapkan kesenjangan antara wilayah industri dan non-industri di Jawa Barat dapat terkikis melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia yang kompetitif di pasar kerja global.***

Exit mobile version