Politik

Dedi Mulyadi Puji Loyalitas PAN ke Prabowo

Dedi Mulyadi Puji Loyalitas PAN ke Prabowo
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri pelantikan DPW dan DPD Partai PAN se Jawa Barat (foto: Abdul Kholilulloh)

PenaKu.ID – Gubernur Dedi Mulyadi memuji konsistensi politik Partai Amanat Nasional (PAN) yang terus mendukung Presiden RI Prabowo Subianto dalam tiga edisi Pemilihan Presiden berturut-turut. Menurut Dedi, loyalitas Partai Amanat Nasional menjadi contoh politik yang dibangun atas dasar komitmen dan cinta terhadap perjuangan politik.

Pernyataan itu disampaikan Dedi saat menghadiri pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional se-Jawa Barat di Hotel Sutan Raja, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (10/5/2026).

Dalam pidatonya, Dedi menilai Partai Amanat Nasional menunjukkan konsistensi sejak Pilpres 2014, 2019, hingga akhirnya Prabowo memenangkan Pilpres 2024. Ia menyebut sikap politik semacam itu kini semakin jarang ditemukan di panggung politik nasional.

“Saya meyakini bahwa kesetiaan akan melahirkan legasi ideologi yang akhirnya akan meraih kekuasaan dengan jalan cinta, bukan dengan jalan pengingkaran,” ujar Dedi di hadapan kader Partai Amanat Nasional.

Politikus Partai Gerindra itu juga menegaskan bahwa kekuasaan tidak harus diraih melalui pengkhianatan politik.

“Kalau kekuasaan bisa kita raih dengan kesetiaan dan cinta, kenapa kita harus melakukan pengingkaran dan pengkhianatan?” katanya.

Dedi turut memuji arah politik Partai Amanat Nasional yang dinilai memiliki fondasi ideologis kuat dan selaras dengan kultur masyarakat Jawa Barat. Menurut dia, komunikasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Fraksi PAN di DPRD berjalan efektif karena memiliki kesamaan cara pandang dalam membangun daerah.

Ia mencontohkan pola kerja Fraksi Partai Amanat Nasional yang dinilai memahami gaya kepemimpinannya yang kerap menghadirkan pendekatan berbeda dalam menyelesaikan persoalan publik.

“Para anggota DPRD Provinsi dari Fraksi PAN sangat memahami cara pola berpikir saya ini yang out of the box. Tidak ada kalimat APBD, tidak ada kalimat tidak ada, tidak ada kalimat tidak bisa,” ujarnya.

Menurut Dedi, semangat optimisme yang dibangun PAN sejalan dengan pesan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang menilai keraguan sebagai bentuk pengingkaran terhadap nilai tauhid.

Ia menegaskan bahwa politik tidak hanya berbicara soal teknokrasi pemerintahan, tetapi juga menyangkut pembangunan karakter bangsa melalui kekuatan ideologi dan budaya.

Filosofi Matahari PAN dan Kepemimpinan Sunda

Dalam kesempatan tersebut, mantan Bupati Purwakarta itu juga menyinggung filosofi lambang matahari milik Partai Amanat Nasional yang menurutnya mencerminkan energi, kekuatan, dan harapan masa depan.

“Artinya, orang yang memahami matahari sebagai simbol kekuatan, simbol energi, dan simbol masa depan, merekalah yang akan bisa mengarungi perubahan zaman,” tuturnya.

Dedi juga berpesan kepada kader Partai Amanat Nasional agar memegang teguh filosofi kepemimpinan Sunda, yakni ka luhur sirungan, ka handap akaran.

Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu berpikir luas dan membangun komunikasi dengan kalangan akademisi maupun elite, tetapi tetap memiliki akar kuat di tengah masyarakat.

“Artinya dia memiliki pikiran yang kuat, bisa berkomunikasi dengan akademisi dan kelas elit. Tetapi ka handap akaran, dia punya akar kerakyatan yang sangat kuat. Tidak bisa dia berubah hanya karena tiupan angin,” ucapnya.

Di akhir sambutannya, Dedi membuka peluang kolaborasi lebih luas antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Partai Amanat Nasional dalam merespons berbagai persoalan masyarakat secara cepat.

“Saya membuka diri bagi keluarga besar Partai Amanat Nasional untuk sama-sama bareng menyapa rakyat, menyelesaikan berbagai problem secara cepat, merespons setiap apa yang menjadi kegelisahan publik dalam setiap waktu,” pungkasnya.

Pelantikan pengurus DPW dan DPD Partai Amanat Nasional Jawa Barat dilakukan langsung oleh Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan didampingi Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional Eko Patrio.

Agenda tersebut menjadi momentum konsolidasi politik Partai Amanat Nasional di Jawa Barat menjelang berbagai agenda strategis periode 2026–2029.**

Exit mobile version