PenaKesehatan
Trending

COVID-19 di KBB Menurun, 18.833 Orang Sembuh

PenaKu.ID – Kasus penularan COVID-19 di KBB (Kab. Bandung Barat) terus menurun. Pasalnya, saat ini tersisa sedikitnya 10 orang yang masih terkonfirmasi postif COVID-19.

Berdasarkan data dari Satgas COVID-19 di KBB bahwa, hingga saat ini total kasus COVID-19 mencapai 19.109 dan 18.833 dinyatakan sembuh sedangkan 266 orang meninggal dunia.

Sementara itu, dari total 9037 RT sebanyak 9030 berada pada zona hijau dan 7 RT di antaranya berada pada zona kuning. Dengan begitu, zona risiko oranye dan merah nihil saat ini.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan menyatakan, menurunnya jumlah kasus COVID-19 di KBB merupakan hasil kerja keras dari semua pihak yang bahu-membahu menangani wabah corona bersama-sama.

“Alhamdulillah sekarang kasus COVID-19 di Bandung Barat terus menurun dan penambahan kasus dapat ditekan secara maksimal,” katanya, Rabu (27/10).

Putus COVID-19 di KBB dengan Vaksinasi

Ia menuturkan, pihaknya hingga saat ini terus berupaya mendongkrak capaian vaksinasi COVID-19 secara merata ke seluruh wilayah di a Bandung Barat.

“Ini komitmen kami untuk mencapai target 100 persen vaksinasi COVID-19 yang direncanakan rampung pada 12 November mendatang. Saat ini capaian vaksinasi sudah hampir menyentuh 70 persen,” tuturnya.

Selain itu, Hengky menerangkan bahwa pihaknya saat ini tengah fokus terhadap pemulihan ekonomi setelah KBB rezeki dinyatakan berada pada PPKM level 2. Dengan begitu, geliat ekonomi di wilayahnya segera berangsur pulih dan berjalan normal kembali.

“Alhamdulillah kita sudah berada di level 2, tentunya beberapa sektor seperti pariwisata bisa beraktivitas kembali dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 secara ketat,” terangnya.

Ia mengimbau, masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan COVID-19 dengan disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut merupakan upaya untuk mencegah penyebaran COVID-19 gelombang tiga.

“Saya imbau semua pihak tidak bereuforia berlebihan dalam menyikapi tren kasus yang menurun dan tingkat kesembuhan yang tinggi. Karena pandemi ini belum berakhir,” tandasnya.

***

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button