Corona, Dinkes Kota Cimahi Minta Warga Tidak Ke Luar Kota Dulu!

PenaKu.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi meminta masyarakat untuk menunda perjalanan ke luar daerah karena bisa-bisa sepulangnya malah membawa virus korona atau Covid-19 hingga membawa dampak buruk terhadap keluarga di Kota Cimahi.

Seperti yang dialami 43 keluarga di Kota Cimahi. Mereka yang berisi 107 jiwa harus terpapar positif Covid-19 dan tertular dari salah satu anggota keluarganya yang melakukan perjalanan dari luar daerah Cimahi untuk urusan pekerjaan dan sebagainya.

“Sampai saat ini tercatat ada 43 kluster keluarga dengan jumlah orangnya mencapai 107 jiwa,” terangnya, Selasa (29/9/2020).

Rini, sapaan Chanifah menjelaskan, ada salah satu anggota keluarganya yang melakukan perjalanan dari Jakarta untuk urusan pekerjaan. Sepulangnya, yang bersangkutan tidak menyadari jika tubuhnya terpapar virus korona karena tidak merasakan gejala.

“Tapi sesuai protap kan dia kerja di Jakarta ya gak usah balik dulu. Kalau mau pulang mereka harus swab dulu,” tegas Rini.

Kasus-kasus seperti itu, kata Rini, sapaan Chanifah, akhir-akhir ini banyak ditemukan di Kota Cimahi. Dimana warga melakukan perjalanan dari luar daerah, namun sekembalinya ke Kota Cimahi ternyata membawa virus korona.

Untuk penanganan kluster keluarga, papar Rini, disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Jika rumah dan lingkungannya memungkinkan untuk jadi tempat isolasi mandiri, maka opsi tersebut akan dilakukan.

Namun jika tidak memungkinkan, apalagi sampai menularkan terhadap warga lainnya, maka opsinya akan dievakuasi ke tempat-tempat yang sudah disediakan pemerintah. Seperti rumah sakit rujukan dan BPSDM Jabar.

“Jadi tergantung kasusnya,” ucapnya.

Untuk kasus keselurhan, lanjut Rini, dalam sepekan terakhir penerapan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) dan kembalinya status zona oranye, jumlah warga Kota Cimahi yang terpapar virus korona malah cenderung meningkat.

Tercatat hingga saat ini sudah ada 316 warga Kota Cimahi yang terpapar Covid-19. Rinciannya, sebanyak 244 orang sudah dinyatakan sembuh, 8 orang meninggal dunia dan 54 orang sudah dinyatakan sembuh.

“Setelah pindah ke zona oranye belum turun, malah cenderung ada kenaikan lagi,” tandas Rini.


(Zn/hm)

Leave a Reply

Your email address will not be published.