PenaKu.ID – Langkah berani Amerika Serikat melakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran langsung memicu reaksi keras dari Beijing. Kementerian Luar Negeri China secara resmi mengutuk tindakan tersebut dan melabelinya sebagai langkah yang “berbahaya dan tidak bertanggung jawab.”
Ketegangan ini terjadi hanya sehari setelah negosiasi damai antara AS dan Iran di Pakistan dinyatakan gagal pada hari Minggu.
Ancaman Terhadap Stabilitas Energi Global Bagi China
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, memperingatkan bahwa blokade yang dimulai sejak Senin tersebut akan memperburuk situasi. Menurutnya, tindakan sepihak AS hanya akan merusak kesepakatan gencatan senjata yang sudah sangat rapuh.
China memiliki kepentingan besar dalam konflik ini mengingat mereka adalah importir utama minyak dari Iran. Ketidakstabilan di wilayah tersebut tentu mengancam keamanan energi mereka.
Kepentingan Ekonomi di Balik Kecaman China
Koresponden diplomatik BBC, James Landale, menganalisis bahwa kemarahan China bukan sekadar solidaritas politik. Sebagai konsumen energi raksasa, China butuh pasar internasional yang stabil.
Dengan adanya blokade, pasokan minyak global terancam terganggu. Beijing sangat berkepentingan agar konflik ini segera berakhir guna mengembalikan keseimbangan harga pasar dan menjamin kelancaran arus logistik minyak mereka dari Timur Tengah.**











