Religi

Memintal Doa dan Kepedulian: Haul Ayahanda Heri Gunawan Dibingkai Senyum 600 Anak Yatim

×

Memintal Doa dan Kepedulian: Haul Ayahanda Heri Gunawan Dibingkai Senyum 600 Anak Yatim

Sebarkan artikel ini
IMG 20260731 WA0083
Foto Istimewa: Haul Ayahanda Heri Gunawan di Rumah Aspirasi dan Inspirasi di Jalan Arif Rahman Hakim Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Jumat (31/7/2026).

PenaKu.ID – Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan selawat bergema merdu, membelah keheningan Jumat (31/7/2026) sore. Suasana penuh kekhusyukan dan kehangatan begitu terasa di Rumah Aspirasi dan Inspirasi (RAI) Heri Gunawan. 

Hari itu bukan sekadar pengajian rutin biasa, melainkan momentum spiritual yang sarat makna: memanjatkan doa terbaik dalam peringatan haul almarhum H. Maman Suparman, sekaligus membagikan kebahagiaan kepada sesama.

Di pusat kegiatan yang tersebar di kawasan Warudoyong, Tipar, hingga Cianjur, ratusan masyarakat, tokoh agama, dan relawan berkumpul dalam satu benang keimanan. Namun, yang paling menyejukkan dada adalah hadirnya 600 anak yatim. 

Wajah-wajah mungil itu memancarkan binar bahagia saat menerima santunan—sebuah bukti nyata bahwa kasih sayang tak pernah terputus.

Bagi Anggota Komisi II DPR RI, Heri Gunawan, mengenang sosok ayah tercinta bukanlah tentang meratapi kepergian, melainkan meneruskan jejak kebaikan yang telah ditanamkan semasa hidup. Almarhum H. Maman Suparman kenal betul oleh masyarakat sebagai pribadi yang tak pernah alpa mengulurkan tangan bagi mereka yang membutuhkan.

“Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang kami laksanakan setiap tahun. Selain pengajian, kami juga memberikan santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian dan rasa syukur. Semoga apa yang kami lakukan bisa memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi mereka,” tutur Heri Gunawan saat ditemui di sela-sela acara.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa memuliakan orang tua yang telah berpulang dapat diwujudkan melalui amalan nyata yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

“Melalui kegiatan haul ini, kami berharap doa yang dipanjatkan menjadi amal jariyah bagi almarhum, sekaligus menginspirasi semangat berbagi kepada sesama. Bagi kami, mengenang jasa orang tua adalah dengan melanjutkan kebaikannya,” tambahnya penuh haru.

Kehangatan itu meresap sedalam-dalamnya ke hati para penerima manfaat. Salah satunya Siti Aisyah (42), yang tak mampu menyembunyikan rasa haru dan syukurnya atas perhatian tulus yang diberikan kepada anak-anak yatim.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Terima kasih kepada Bapak Heri Gunawan dan semua pihak yang telah peduli. Semoga Allah membalas segala kebaikannya dengan keberkahan, dan doa-doa untuk almarhum dikabulkan oleh Allah SWT,” ucapnya.

Sore itu, di bawah naungan doa dan kebersamaan, kenangan akan almarhum H. Maman Suparman kembali hidup bukan hanya dalam ingatan keluarga, tetapi dalam setiap senyuman anak-anak yatim yang terangkat bebannya. sebuah ikhtiar menembus langit, memintal pahala yang tak pernah putus bagi orang tua tercinta.

***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *